{"id":1583,"date":"2019-12-13T06:56:07","date_gmt":"2019-12-13T06:56:07","guid":{"rendered":"http:\/\/lpgbrmtr.16mb.com\/?p=1583"},"modified":"2019-12-13T06:56:07","modified_gmt":"2019-12-13T06:56:07","slug":"kualitas-peserta-baca-puisi-siswa-sma-dalam-lomba-baca-puisi-smanda-olympic-keren","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2019\/12\/13\/kualitas-peserta-baca-puisi-siswa-sma-dalam-lomba-baca-puisi-smanda-olympic-keren\/","title":{"rendered":"Kualitas Peserta Baca Puisi Siswa SMA dalam Lomba Baca Puisi SMANDA OLYMPIC Keren"},"content":{"rendered":"\n<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.com): Kualitas peserta Lomba Baca Puisi Gelaran SMANDA OLYMPIC Tahun 2018 SMAN 2 Bandar Lampung sangat baik dan lebih baik dibanding dengan lomba baca puisi dalam berbagai even pada tahun-tahun sebelumnya. Demikian dikatakan Dewan Juri Baca Puisi saat evaluasi usai Lomba Baca Puisi SMANDA OLYMPIC Tahun 2018 di SMAN 2 Bandar Lampung yang diikuti 28 peserta pelajar SMA dari seluruh Provinsi Lampung, di antaranya Kota Metro, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (25\/10), Pukul 12.45 WIB. Salah satu Juri, Iin Mutmainah mengaku senag dan bangga karena kualitas pembacaan puisi siswa SMA terus membaik dari tahn ke tahun. &#8220;Saya bangga karena sudah tidak ada lagi yang lebay-lebay. Dalam lomba kali ini semua pembaca berkualitas dan bagus-bagus karena mulai memahami puisi yang dibacakan,&#8221; kata Iin kepada seluruh peserta. Penyair perempuan ini juga mengaku dirinya seperti dejavu ketika melihat peserta berlomba membacakan puisi. &#8220;Bertahun lalu saya juga seperti kalian, mengikuti lomba membaca puisi. Saya seperti dejavu. Yang membuat saya bangga kalian telah memiliki gaya sendiri. Saat ini kalian satu step lebih maju,&#8221; katanya. Dia juga menganjurkan pembaca puisi untuk memilih kata yang paling tepat untuk diisi. &#8220;Tidak semua kata ditekan. Pilahlah salah satu yang enak dan indah. Baca puisi itu seperti nyanyi. Alunan dan irama dalam pembacaan penting agar pendengar bisa berimajinasi,&#8221; ujar Iin. Hal senada dikatakan juri lainnya, Sarman dari Kantor Bahasa Provinsi Lampung yang mengakui pada lomba kali ini semua peserta seakan sudah memahami bagaimana membaca puisi. &#8220;Alhamdulilah kita sudah terlepas dari penyakit lebay, tersungkur dan meraung-raung,&#8221; katanya. Keluar sebagai pemenang dalam lomba baca puisi ini, Juara 1 diraih Dimas dari SMA Al Islam Kabupaten Tanggamus yang membawakan Puisi berjudul &#8220;Ngaben&#8221;, Juara 2 diraih Aji (SMAN 7 Bandar Lampung) yang membacakan Puisi &#8220;Balada Terbunuhnya Atmo Karpo&#8221;, dan Juara 3 Azzahra diraih Salsabila dari SMAN 1 Abung Semuli Lampung Utara dengan Puisi &#8220;Membaca Lembaran-Lembaran Koran (Satu Amsal) karya Izbedy Setiawan ZS..<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.com): Kualitas peserta Lomba Baca Puisi Gelaran SMANDA OLYMPIC Tahun 2018 SMAN 2 Bandar Lampung sangat baik dan lebih baik dibanding dengan lomba baca puisi dalam berbagai even pada tahun-tahun sebelumnya. Demikian dikatakan Dewan Juri Baca Puisi saat evaluasi usai Lomba Baca Puisi SMANDA OLYMPIC Tahun 2018 di SMAN 2 Bandar Lampung yang diikuti 28 peserta pelajar SMA dari seluruh Provinsi Lampung, di antaranya Kota Metro, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (25\/10), Pukul 12.45 WIB. Salah satu Juri, Iin Mutmainah mengaku senag dan bangga karena kualitas pembacaan puisi siswa SMA terus membaik dari tahn ke tahun. &#8220;Saya bangga karena sudah tidak ada lagi yang lebay-lebay. Dalam lomba kali ini semua pembaca berkualitas dan bagus-bagus karena mulai memahami puisi yang dibacakan,&#8221; kata Iin kepada seluruh peserta. Penyair perempuan ini juga mengaku dirinya seperti dejavu ketika melihat peserta berlomba membacakan puisi. &#8220;Bertahun lalu saya juga seperti kalian, mengikuti lomba membaca puisi. Saya seperti dejavu. Yang membuat saya bangga kalian telah memiliki gaya sendiri. Saat ini kalian satu step lebih maju,&#8221; katanya. Dia juga menganjurkan pembaca puisi untuk memilih kata yang paling tepat untuk diisi. &#8220;Tidak semua kata ditekan. Pilahlah salah satu yang enak dan indah. Baca [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-1583","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1583","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1583"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1583\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}