{"id":15626,"date":"2021-07-10T09:17:45","date_gmt":"2021-07-10T02:17:45","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=15626"},"modified":"2021-07-10T09:17:45","modified_gmt":"2021-07-10T02:17:45","slug":"supir-mengantuk-kijang-nangkring-di-median-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/07\/10\/supir-mengantuk-kijang-nangkring-di-median-jalan\/","title":{"rendered":"Supir Mengantuk, Kijang &#8216;Nangkring&#8217; di Median Jalan"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id):<\/strong> Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Teuku Umar Tanjung Karang Bandar Lampung, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Sabtu (10\/7\/2021), sekitar Pukul 7.30 WIB.<\/p>\n<p>Sebuah minibus dengan Nomor Polisi BE 1267 AMR warna abu-abu metalik mengalami kecelakaan menabrak median jalan. Kecelakaan terjadi diduga karena supir mengantuk dan jalanan licin akibat diguyur hujan.<\/p>\n<p>Peristiwa kecelakaan terjadi ketika mobil Kijang warna abu-abu metalik oleng yang melaju dari arah Rajabasa tiba-tiba oleng dan menabrak median jalan.<\/p>\n<p>Salah seorang saksi kejadian Rajiman (45) mengungkapkan tiba-tiba saja dia mendengar suara benturan keras dan melihat sebuah mobil sudah ada di atas median jalan.<\/p>\n<div id=\"attachment_15628\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-15628\" class=\"wp-image-15628\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/IMG_20210710_080219_416-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"375\" \/><p id=\"caption-attachment-15628\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>DIDUGA <\/strong>supir mengantuk, sebuah minibus &#8216;nangkring&#8217; di median jalan. <\/em><\/p><\/div>\n<p>&#8220;Saya sedang kerja, tiba-tiba ada suara benturan keras. Tahu-tahu sebuah mobil sudah nangkring di atas median jalan,&#8221; ujar Rajiman.<\/p>\n<p>Sementara itu pengemudi mobil Dwi (31), warga Perumahan Anugerah 3 Lampung Selatan (Itera) kepada lampungbarometer.id mengaku mengantuk karena menjaga anaknya yang sakit.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mau nganter anak saya yang sakit, kebetulan semalam tidak tidur sehingga saya mengantuk,&#8221; ujar Dwi.<\/p>\n<p>Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. (Herdi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Teuku Umar Tanjung Karang Bandar Lampung, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Sabtu (10\/7\/2021), sekitar Pukul 7.30 WIB. Sebuah minibus dengan Nomor Polisi BE 1267 AMR warna abu-abu metalik mengalami kecelakaan menabrak median jalan. Kecelakaan terjadi diduga karena supir mengantuk dan jalanan licin akibat diguyur hujan. Peristiwa kecelakaan terjadi ketika mobil Kijang warna abu-abu metalik oleng yang melaju dari arah Rajabasa tiba-tiba oleng dan menabrak median jalan. Salah seorang saksi kejadian Rajiman (45) mengungkapkan tiba-tiba saja dia mendengar suara benturan keras dan melihat sebuah mobil sudah ada di atas median jalan. &#8220;Saya sedang kerja, tiba-tiba ada suara benturan keras. Tahu-tahu sebuah mobil sudah nangkring di atas median jalan,&#8221; ujar Rajiman. Sementara itu pengemudi mobil Dwi (31), warga Perumahan Anugerah 3 Lampung Selatan (Itera) kepada lampungbarometer.id mengaku mengantuk karena menjaga anaknya yang sakit. &#8220;Saya mau nganter anak saya yang sakit, kebetulan semalam tidak tidur sehingga saya mengantuk,&#8221; ujar Dwi. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. (Herdi)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15627,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-15626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15626"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15626\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}