{"id":1519,"date":"2019-12-13T06:33:17","date_gmt":"2019-12-13T06:33:17","guid":{"rendered":"http:\/\/lpgbrmtr.16mb.com\/?p=1519"},"modified":"2019-12-13T06:33:17","modified_gmt":"2019-12-13T06:33:17","slug":"kasrem-043-gatam-hadiri-lomba-parade-cinta-tanah-air-tingkat-sma-dan-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2019\/12\/13\/kasrem-043-gatam-hadiri-lomba-parade-cinta-tanah-air-tingkat-sma-dan-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Kasrem 043\/Gatam Hadiri Lomba Parade Cinta Tanah Air Tingkat SMA dan Mahasiswa"},"content":{"rendered":"\n<p>Kasrem 043\/Gatam hadir pada Lomba PTCA Tingkat SLT dan Perguruan Tinggi Se-Provinsi Lampung. Bandar Lampung. Kasrem 043\/Gatam Letkol Inf Jajang Kurniawan S.Ip&nbsp;&nbsp;menghadiri&nbsp;&nbsp;acara&nbsp;&nbsp;Kementerian Pertahanan perwakilan Lampung bersama Pemerintah Provinsi menggelar lomba diskusi Parade Cinta Tanah Air (PCTA) di Hotel Sahid, selama dua hari 21 s\/d 22 juli 2018. Kegiatan yang diikuti 64 tim dari tingkat perguruan tinggi dan SMA\/SMK itu memperebutkan dua tiket ke Jakarta bagi peserta terbaik untuk berlomba di tingkat&nbsp;nasional. Pejabat Pelaksana Tugas Pokok Kemenhan perwakilan Lampung, Kolonel Kav Robert Owen Tambunan menjelaskan kegiatan tersebut bertema&nbsp;Dengan semangat bela negara generasi muda mampu mengatasi pengaruh radikalisme, terorisme, dan pengaruh negatif media serta bahaya narkoba. Kegiatan tersebut diikuti 32 tim masing-masing dari perguruan tinggi dan SMA\/SMK. Dari lomba ini, juara I di tingkat provinsi akan dikirim ke Jakarta untuk kembali bertarung guna menempati peringkat terbaik di tingkat nasional dengan berdiskusi bersama peserta lainnya dari seluruh Indonesia. &#8220;Dari tema tersebut dapat dipahami jika tujuan utama kegiatan itu adalah&nbsp;menanamkan wawasan kebangsaan dan bela negara. Program ini saya nilai akan berjalan efektif untuk membangkitkan kesadaran berbangsa dengan peserta yang interaktif dalam berdiskusi,&#8221; kata Robert di sela acara. Menurut Robert, PCTA itu akan mengupas terkait&nbsp;wawasan antarpeserta tentang kebangsaan, bela negara, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, narkotika, dan terorisme.&nbsp; &#8220;Dari pembahasan itu, mereka&nbsp;akan menyadari jika sekitarnya ada ancaman. Diskusi ini mengantisipasi agar pelajar dan mahasiswa sekarang&nbsp;tidak sampai terjebak ke dalamnya, seperti narkotika dan terorisme,&#8221; urainya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kasrem 043\/Gatam hadir pada Lomba PTCA Tingkat SLT dan Perguruan Tinggi Se-Provinsi Lampung. Bandar Lampung. Kasrem 043\/Gatam Letkol Inf Jajang Kurniawan S.Ip&nbsp;&nbsp;menghadiri&nbsp;&nbsp;acara&nbsp;&nbsp;Kementerian Pertahanan perwakilan Lampung bersama Pemerintah Provinsi menggelar lomba diskusi Parade Cinta Tanah Air (PCTA) di Hotel Sahid, selama dua hari 21 s\/d 22 juli 2018. Kegiatan yang diikuti 64 tim dari tingkat perguruan tinggi dan SMA\/SMK itu memperebutkan dua tiket ke Jakarta bagi peserta terbaik untuk berlomba di tingkat&nbsp;nasional. Pejabat Pelaksana Tugas Pokok Kemenhan perwakilan Lampung, Kolonel Kav Robert Owen Tambunan menjelaskan kegiatan tersebut bertema&nbsp;Dengan semangat bela negara generasi muda mampu mengatasi pengaruh radikalisme, terorisme, dan pengaruh negatif media serta bahaya narkoba. Kegiatan tersebut diikuti 32 tim masing-masing dari perguruan tinggi dan SMA\/SMK. Dari lomba ini, juara I di tingkat provinsi akan dikirim ke Jakarta untuk kembali bertarung guna menempati peringkat terbaik di tingkat nasional dengan berdiskusi bersama peserta lainnya dari seluruh Indonesia. &#8220;Dari tema tersebut dapat dipahami jika tujuan utama kegiatan itu adalah&nbsp;menanamkan wawasan kebangsaan dan bela negara. Program ini saya nilai akan berjalan efektif untuk membangkitkan kesadaran berbangsa dengan peserta yang interaktif dalam berdiskusi,&#8221; kata Robert di sela acara. Menurut Robert, PCTA itu akan mengupas terkait&nbsp;wawasan antarpeserta tentang kebangsaan, bela negara, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1520,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-1519","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1519"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1519\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}