{"id":15096,"date":"2021-06-19T20:31:13","date_gmt":"2021-06-19T13:31:13","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=15096"},"modified":"2021-06-19T20:31:13","modified_gmt":"2021-06-19T13:31:13","slug":"halangi-wartawan-liput-peresmian-gedung-ini-jawaban-humas-smk-muhammadiyah-tumijajar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/06\/19\/halangi-wartawan-liput-peresmian-gedung-ini-jawaban-humas-smk-muhammadiyah-tumijajar\/","title":{"rendered":"Halangi Wartawan Liput Peresmian Gedung, Ini Jawaban Humas SMK Muhammadiyah Tumijajar"},"content":{"rendered":"<p><strong>TULANG BAWANG BARAT (lampungbarometer.id):<\/strong> Kepala Humas SMK Muhammadiyah Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Yanto memberikan klarifikasi terkait larangan wartawan meliput kegiatan halal bihalal dan Peresmian Gedung Center of Excellence (COE) oleh Satpam SMK Muhammadiyah Tumijajar, yang dihadiri Bupati Umar Ahmad pada Sabtu (29\/5\/2021) lalu.<\/p>\n<p>Diketahui acara tersebut merupakan acara akbar. Beberapa tokoh nasional juga hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu\u2019ti, M.Ed., Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Prof. Dr. Marzuki Noor, M.S., dan para Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung.<\/p>\n<p>Dalam pernyataannya, Kepala Humas SMK Muhammadiyah Tumijajar Yanto menjelaskan, larangan tersebut atas perintah pihak sekolah. Dia juga menyampaikan bagi yang tidak bisa menunjukkan undangan memang dilarang masuk oleh Satpam SMK Muhammadiyah Tumijajar Jumari.<\/p>\n<p>&#8220;Larangan masuk oleh Satpam bagi yang tidak menunjukkan undangan adalah hasil rapat sekolahan menyongsong acara tersebut. Sebelum acara peresmian berlangsung kita melakukan rapat terlebih dahulu. Dalam rapat diputuskan semua tamu undangan harus mematuhi protokol kesehatan dan menunjukkan undangan,\u201d jelas Yanto.<\/p>\n<p>\u201cJadi untuk satpam yang berada di pintu belakang kita suruh untuk mengecek semua tamu yang datang untuk bisa menunjukkan surat undangan yang telah diberikan, apa bila tidak memiliki undangan maka tidak diperbolehkan untuk masuk, dan mungkin untuk rekan-rekan media yang datang tidak membawa undangan maka ditolak oleh mereka, dan untuk ini memang sudah dirapatkan,\u201d ujar Yanto menambahkan.<\/p>\n<p>Disinggung terkait pernyataan adanya perintah &#8216;Tangan Kanan Bupati&#8217; seperti yang disampaikan Jumari kepada wartawan waktu itu, Yanto menyampaikan ucapan itu juga atas keputusan rapat, meskipun wartawan notabene tidak sama dengan tamu undangan.<\/p>\n<p>\u201cApa yang dilakukan Satpam tersebut sudah pas, sesuai dengan perintah panitia. Yang tidak membawa undangan tolong ditahan sebentar atau jangan diperbolehkan masuk sama sekali kalau itu bukan tamu undangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ucapan senada juga disampaikan Komandan Satpam SMK Muhammadiyah, Jainan. Menurut Jainan, memang telah diputuskan siapapun yang hendak menghadiri acara tersebut harus menunjukkan undangan.<\/p>\n<p>\u201cIya memang kalau lewat belakang itu harus pakai undangan semua. Memang wartawan banyak yang lewat gerbang depan. Di dalam juga ada Ansori, ibaratnya semua yang ngendaliin Pak Ansori, dia juga di sini sebagai komite. Dia tau semua wartawan yang mau meliput,\u201d tutur Jainan.<\/p>\n<p>Saat ditanya Ansori dari media apa dan apakah dia yang akan meliput, Jainan menjawab &#8220;iya dari kominfo, dia ( Ansori) tau semua masalah-masalah wartawan,\u201d ketus Jainan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Harian Tubaba Ari Irawan, S.H., juga mengatakan bahwa wartawan yang dilarang oleh Satpam meliput saat acara itu adalah atas utusannya.<\/p>\n<p>\u201cSeperti yang saya sampaikan, beberapa wartawan yang dilarang meliput itu adalah utusan saya. Sehari sebelum acara, saya berkomunikasi Kepala SMK Muhammadiyah Tumijajar Syamsul Hidayat dan beliau memperkenankan, apalagi beliau sahabat saya,\u201d tutur Irawan, Jumat (18\/6\/2021).<\/p>\n<p>Irawan juga menegaskan semua yang berprofesi di dunia pendidikan terutama di sekolah, baik security, humas, bahkan &#8216;Tangan Kanan Bupati&#8217; sekalipun harus memberikan contoh yang baik.<\/p>\n<p>\u201dMendidik bukan hanya harus memiliki label guru, dan hanya mendidik anak-anak yang bersekolah di sana, tetapi juga orang di luar sekolah secara umum. Kalau &#8216;Tangan Kanan Bupati&#8217;, security dan humas sekolah itu tidak memiliki itikad baik maka profesionalisme mereka sebagai pendidik perlu dipertanyakan,&#8221; pungkasnya. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TULANG BAWANG BARAT (lampungbarometer.id): Kepala Humas SMK Muhammadiyah Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Yanto memberikan klarifikasi terkait larangan wartawan meliput kegiatan halal bihalal dan Peresmian Gedung Center of Excellence (COE) oleh Satpam SMK Muhammadiyah Tumijajar, yang dihadiri Bupati Umar Ahmad pada Sabtu (29\/5\/2021) lalu. Diketahui acara tersebut merupakan acara akbar. Beberapa tokoh nasional juga hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu\u2019ti, M.Ed., Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Prof. Dr. Marzuki Noor, M.S., dan para Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung. Dalam pernyataannya, Kepala Humas SMK Muhammadiyah Tumijajar Yanto menjelaskan, larangan tersebut atas perintah pihak sekolah. Dia juga menyampaikan bagi yang tidak bisa menunjukkan undangan memang dilarang masuk oleh Satpam SMK Muhammadiyah Tumijajar Jumari. &#8220;Larangan masuk oleh Satpam bagi yang tidak menunjukkan undangan adalah hasil rapat sekolahan menyongsong acara tersebut. Sebelum acara peresmian berlangsung kita melakukan rapat terlebih dahulu. Dalam rapat diputuskan semua tamu undangan harus mematuhi protokol kesehatan dan menunjukkan undangan,\u201d jelas Yanto. \u201cJadi untuk satpam yang berada di pintu belakang kita suruh untuk mengecek semua tamu yang datang untuk bisa menunjukkan surat undangan yang telah diberikan, apa bila tidak memiliki undangan maka tidak diperbolehkan untuk masuk, dan mungkin untuk rekan-rekan media yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15097,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[350],"tags":[],"class_list":["post-15096","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-tubaba"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15096","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15096"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15096\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}