{"id":15006,"date":"2021-06-15T08:29:26","date_gmt":"2021-06-15T01:29:26","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=15006"},"modified":"2021-06-15T08:29:26","modified_gmt":"2021-06-15T01:29:26","slug":"truk-hino-seruduk-beat-seorang-mahasiswi-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/06\/15\/truk-hino-seruduk-beat-seorang-mahasiswi-tewas\/","title":{"rendered":"Truk Hino Seruduk Beat, Seorang Mahasiswi Tewas"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Seorang mahasiswi asal Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung Riska Pratiwi meninggal dunia setelah motor Honda Beat yang ia kendarai terlibat kecelakaan dengan truk yang melaju kencang, Senin (14\/6\/2021), sekitar Pukul 17.30 WIB.<\/p>\n<p>Peristiwa naas ini terjadi di jalan Soekarno-Hatta (by pass), Labuhan Ratu, Bandar Lampung, tepatnya sebelum Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seberang SMPN 19 Bandar Lampung. Riska meninggal setelah sepeda motor Honda Beat BE 3025 BM yang dikendarainya diseruduk Truk Hino BE 3816 BK.<\/p>\n<p>Berdasarkan identitas yang ditemukan di lokasi kejadian, Riska Pratiwi (23) merupakan warga Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut diketahui melaju dari arah Panjang Bandar Lampung hendak ke Natar Lampung Selatan.<\/p>\n<div id=\"attachment_15007\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-15007\" class=\"wp-image-15007\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/IMG-20210614-WA0205-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"361\" \/><p id=\"caption-attachment-15007\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>IDENTITAS<\/strong> korban meninggal akibat kecelakaan.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Salah seorang warga sekitar kejadian, Omo, menceritakan saat itu kedua kendaraan melaju kencang dari Panjang. Kemudian sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi sepeda motor berhenti di pinggir jalan untuk mengambil barangnya yang terjatuh. Saat itu, truk yang melaju di belakangnya langsung menabrak korban, diduga supir truk tidak menyadari jika ada motor berhenti di depannya.<\/p>\n<p>\u201cJadi korban ini berhenti di pinggir jalan hendak mengambil barangnya yang terjatuh, kemudian truk di belakang langsung menabraknya. Kondisi bisa dikatakan blank spot, karena supir informasinya tidak mengetahui ada kendaraan di depannya,\u201d ungkap Omo.<\/p>\n<p>Omo juga menyampaikan, korban sempat terseret sejauh dua meter, sedangkan sepeda motornya terseret hingga 30 meter.<\/p>\n<p>Sementara itu, supir truk langsung diamankan polisi dan warga sedangkan korban segera dibawa ke Rumah Sakit Immanuel Bandar Lampung. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Seorang mahasiswi asal Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung Riska Pratiwi meninggal dunia setelah motor Honda Beat yang ia kendarai terlibat kecelakaan dengan truk yang melaju kencang, Senin (14\/6\/2021), sekitar Pukul 17.30 WIB. Peristiwa naas ini terjadi di jalan Soekarno-Hatta (by pass), Labuhan Ratu, Bandar Lampung, tepatnya sebelum Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seberang SMPN 19 Bandar Lampung. Riska meninggal setelah sepeda motor Honda Beat BE 3025 BM yang dikendarainya diseruduk Truk Hino BE 3816 BK. Berdasarkan identitas yang ditemukan di lokasi kejadian, Riska Pratiwi (23) merupakan warga Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut diketahui melaju dari arah Panjang Bandar Lampung hendak ke Natar Lampung Selatan. Salah seorang warga sekitar kejadian, Omo, menceritakan saat itu kedua kendaraan melaju kencang dari Panjang. Kemudian sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi sepeda motor berhenti di pinggir jalan untuk mengambil barangnya yang terjatuh. Saat itu, truk yang melaju di belakangnya langsung menabrak korban, diduga supir truk tidak menyadari jika ada motor berhenti di depannya. \u201cJadi korban ini berhenti di pinggir jalan hendak mengambil barangnya yang terjatuh, kemudian truk di belakang langsung menabraknya. Kondisi bisa dikatakan blank spot, karena supir informasinya tidak mengetahui ada kendaraan di depannya,\u201d ungkap Omo. Omo [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15008,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-15006","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15006","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15006"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15006\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}