{"id":14476,"date":"2021-05-28T21:44:01","date_gmt":"2021-05-28T14:44:01","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=14476"},"modified":"2021-05-28T21:44:01","modified_gmt":"2021-05-28T14:44:01","slug":"city-vs-chelsea-di-final-liga-champions-siapa-bakal-juara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/05\/28\/city-vs-chelsea-di-final-liga-champions-siapa-bakal-juara\/","title":{"rendered":"City Vs Chelsea di Final Liga Champions, Siapa bakal Juara"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Final Liga Champions mempertemukan Manchester City\u00a0vs\u00a0Chelsea, siapa lebih kuat?<\/p>\n<p>Berikut catatan <em>head to head<\/em> The Citizens dengan The Blues di Eropa.<\/p>\n<p>Partai final Liga Champions 2020\/2021 akan dihelat di Estadio Do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (30\/5\/2021) dini hari WIB. Kedua tim jarang berjumpa di Eropa.<\/p>\n<p>Dalam catatan situs resmi UEFA, baru dua kali Man City dan Chelsea berhadapan. Momen itu terjadi di semifinal Piala Winners 2021. Chelsea memenangi dua laga itu. Di kandang, Si Biru menang 1-0. Skor yang sama didapat saat mejamu City di leg berikutnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, di ajang domestik Man City dan Chelsea sudah 166 kali berhadapan. Chelsea masih unggul atas City dengan catatan 68 kemenangan. Tim Manchester biru bisa memetik 58 kemenangan atas Chelsea dan 40 laga\u00a0Man City vs Chelsea\u00a0lainnya selesai imbang.<\/p>\n<p>Di musim ini, Man City dan Chelsea sudah 3 kali berhadapan. Tim asuhan Pep Guardiola kalah dua kali dan menang sekali. Masih dalam catatan situs UEFA, Man City enam kali berhadapan dengan sesama Tim Inggris di kompetisi Eropa. City menang sekali dan kalah lima kali.<\/p>\n<p>Dari sisi Chelsea, ada 19 pertandingan melawan sesama tim Ingggris. Mereka menang 7 kali, imbang 8 kali, dan 4 kali tumbang.<\/p>\n<p>Salah satu kekalahan ditelan saat melawan Manchester United di final Liga Champions 2007\/2008. Saat itu, Tim London Barat kalah dari Setan Merah dalam laga yang digelar sampai adu penalti.<\/p>\n<p><strong><em>Head to Head\u00a0<\/em>Man City Vs Chelsea\u00a0di Eropa<\/strong><\/p>\n<p>28 April 1971 &#8211; Piala Winners &#8211; Manchester City 0-1 Chelsea<\/p>\n<p>14 April 1971 &#8211; Piala Winners &#8211; Chelsea 1-0 Manchester City. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Final Liga Champions mempertemukan Manchester City\u00a0vs\u00a0Chelsea, siapa lebih kuat? Berikut catatan head to head The Citizens dengan The Blues di Eropa. Partai final Liga Champions 2020\/2021 akan dihelat di Estadio Do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (30\/5\/2021) dini hari WIB. Kedua tim jarang berjumpa di Eropa. Dalam catatan situs resmi UEFA, baru dua kali Man City dan Chelsea berhadapan. Momen itu terjadi di semifinal Piala Winners 2021. Chelsea memenangi dua laga itu. Di kandang, Si Biru menang 1-0. Skor yang sama didapat saat mejamu City di leg berikutnya. Sementara itu, di ajang domestik Man City dan Chelsea sudah 166 kali berhadapan. Chelsea masih unggul atas City dengan catatan 68 kemenangan. Tim Manchester biru bisa memetik 58 kemenangan atas Chelsea dan 40 laga\u00a0Man City vs Chelsea\u00a0lainnya selesai imbang. Di musim ini, Man City dan Chelsea sudah 3 kali berhadapan. Tim asuhan Pep Guardiola kalah dua kali dan menang sekali. Masih dalam catatan situs UEFA, Man City enam kali berhadapan dengan sesama Tim Inggris di kompetisi Eropa. City menang sekali dan kalah lima kali. Dari sisi Chelsea, ada 19 pertandingan melawan sesama tim Ingggris. Mereka menang 7 kali, imbang 8 kali, dan 4 kali tumbang. Salah satu kekalahan ditelan saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14477,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-14476","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14476"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14476\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}