{"id":14276,"date":"2021-05-20T22:56:34","date_gmt":"2021-05-20T15:56:34","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=14276"},"modified":"2021-05-20T22:56:34","modified_gmt":"2021-05-20T15:56:34","slug":"nanang-minta-camat-lakukan-pembinaan-dan-bentuk-satgas-keamanan-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/05\/20\/nanang-minta-camat-lakukan-pembinaan-dan-bentuk-satgas-keamanan-desa\/","title":{"rendered":"Nanang Minta Camat Lakukan Pembinaan Dan Bentuk Satgas Keamanan Desa"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menggelar rapat koordinasi dengan 17 camat se-Kabupaten Lampung Selatan di Aula Rumah Dinas Bupati, Kamis (20\/5\/2021).<\/p>\n<p>Rapat koordinasi ini menindaklanjuti kunjungan Kapolda Lampung Irjen Pol. Hendro Sugiatno terkait perusakan Kantor Polsek Candipuro pada Selasa (18\/5\/2021) lalu.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah Thamrin beserta sejumlah pejabat utama lainnya itu, Bupati meminta camat melaksanakan dua hal. Pertama, melakukan pembinaan ke desa-desa. Kedua, koordinasi dengan kepala desa untuk membentuk Satgas Keamanan.<\/p>\n<p>\u201cCamat harus melakukan pembinaan ke desa-desa. Kejadian di Candipuro ini jangan sampai terulang, ini jadi pembelajaran kita. Saya minta Camat turun ke desa-desa, lakukan sosialisasi. Jalin komunikasi yang baik dengan Kades, nanti setiap kecamatan saya minta laporannya,\u201d kata Nanang.<\/p>\n<p>Bupati juga menyampaikan semua masalah bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Oleh sebab itu, dia meminta camat dan kepala desa memberikan pemahaman kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing supaya tidak mudah terporovokasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang justru dapat merugikan.<\/p>\n<p>\u201cSekarang yang dibutuhkan adalah interaksi dan komunikasi yang baik dengan seluruh elemen di desa. Jika komunikasi tersumbat, harus dicari di mana permasalahannya. Jangan sampai ada yang menunggangi, ini yang perlu kita antisipasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cSaya minta camat berkoordinasi dengan kades. Segera bentuk Satgas Keamanan, terutama di desa yang rawan. Personel TNI-Polri jumlahnya masih sangat kekurangan sehingga tugas keamanan ini merupakan tugas kita bersama,\u201d ucapnya. (*\/Herdi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menggelar rapat koordinasi dengan 17 camat se-Kabupaten Lampung Selatan di Aula Rumah Dinas Bupati, Kamis (20\/5\/2021). Rapat koordinasi ini menindaklanjuti kunjungan Kapolda Lampung Irjen Pol. Hendro Sugiatno terkait perusakan Kantor Polsek Candipuro pada Selasa (18\/5\/2021) lalu. Dalam pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah Thamrin beserta sejumlah pejabat utama lainnya itu, Bupati meminta camat melaksanakan dua hal. Pertama, melakukan pembinaan ke desa-desa. Kedua, koordinasi dengan kepala desa untuk membentuk Satgas Keamanan. \u201cCamat harus melakukan pembinaan ke desa-desa. Kejadian di Candipuro ini jangan sampai terulang, ini jadi pembelajaran kita. Saya minta Camat turun ke desa-desa, lakukan sosialisasi. Jalin komunikasi yang baik dengan Kades, nanti setiap kecamatan saya minta laporannya,\u201d kata Nanang. Bupati juga menyampaikan semua masalah bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Oleh sebab itu, dia meminta camat dan kepala desa memberikan pemahaman kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing supaya tidak mudah terporovokasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang justru dapat merugikan. \u201cSekarang yang dibutuhkan adalah interaksi dan komunikasi yang baik dengan seluruh elemen di desa. Jika komunikasi tersumbat, harus dicari di mana permasalahannya. Jangan sampai ada yang menunggangi, ini yang perlu kita antisipasi,\u201d ujarnya. \u201cSaya minta camat berkoordinasi dengan kades. Segera bentuk Satgas Keamanan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14277,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-14276","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorised"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14276"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14276\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}