{"id":14028,"date":"2021-05-08T06:33:53","date_gmt":"2021-05-07T23:33:53","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=14028"},"modified":"2021-05-08T06:33:53","modified_gmt":"2021-05-07T23:33:53","slug":"patah-hati-siswi-smk-gantung-diri-menggunakan-dasi-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/05\/08\/patah-hati-siswi-smk-gantung-diri-menggunakan-dasi-sekolah\/","title":{"rendered":"Patah Hati, Siswi SMK Gantung Diri Menggunakan Dasi Sekolah"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Seorang siswi SMK di Kabupaten Pesawaran berinisial RS (17) nekat bunuh diri diduga\u00a0patah hati karena putus cinta.<br \/>\nRS ditemukan gantung diri di kamarnya di Dusun Taman Jaya, Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima, Jumat (5\/5\/2021).<\/p>\n<p>Diketahui RS adalah seorang pelajar kelas XII di salah satu SMK di Kecamatan Kedondong. Berdasarkan informasi keluarganya, RS gantung diri menggunakan dasi sekolahnya.<\/p>\n<p>Korban pertama kali ditemukan sudah tidak bernyawa oleh ibunya dan salah satu saudaranya, Selvi (18).<\/p>\n<p>\u201cSaya dengar ibunya menjerit histeris dan langsung saya lihat. Saat itu saya lihat RS sudah tergeletak karena batangan bambu yang dipakai untuk mengikat tali dasi patah. Kejadiannya sekitar Pukul 16.00 WIB, saat itu mukanya sudah membiru,\u201d ucap Selvi.<\/p>\n<p>Menurut Selvi, sebelum peeistiwa ini terjadi tidak ada tanda-tanda RS terlihat murung dan tidak ada masalah apa-apa.<\/p>\n<p>\u201cSebelumnya tidak terlihat dia murung, tapi memang kesehariannya sangat tertutup meskipun ada masalah tidak pernah cerita,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, salah satu teman korban Windi(16), mengaku sempat membaca pesan WhatsApp yang disampaikan RS kepada kekasihnya. Dalam pesan tersebut, ujar Windi, RS mengatakan akan bunuh diri.<\/p>\n<p>\u201cBesok <em>Lo ngelayat<\/em> tempat <em>w<\/em> karena <em>w<\/em> mau bunuh diri, itu SMS RS ke cowoknya,\u201d ungkap Windi.<\/p>\n<p>Windi juga menjelaskan dalam handphone korban juga ditemukan curahan hati bahwa dia sudah lelah menjalani hidup. Korban juga meminta jangan menyalahkan siapapun.<\/p>\n<p>\u201cJangan menyalahkan siapa-siapa, ini bukan masalah cinta atau apa ini karena saya sudah lelah hidup, jadi jangan salahkan siapa-siapa,\u201d ujar Windi menirukan tulisan RS.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kedondong Bripka Andhika, ditemui di lokasi kejadian mengatakan, kini peristiwa ini sedang diselidiki dan masih menunggu hasil dari Tim Inafis Polres Pesawaran.<\/p>\n<p>\u201cKejadian ini masih kami selidiki dan meminta keterangan saksi-saksi, dan masih menunggu hasil dari tim Inafis Polres Pesawaran,\u201d pungkas Bripka Andhika. (doni\/Nawir)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Seorang siswi SMK di Kabupaten Pesawaran berinisial RS (17) nekat bunuh diri diduga\u00a0patah hati karena putus cinta. RS ditemukan gantung diri di kamarnya di Dusun Taman Jaya, Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima, Jumat (5\/5\/2021). Diketahui RS adalah seorang pelajar kelas XII di salah satu SMK di Kecamatan Kedondong. Berdasarkan informasi keluarganya, RS gantung diri menggunakan dasi sekolahnya. Korban pertama kali ditemukan sudah tidak bernyawa oleh ibunya dan salah satu saudaranya, Selvi (18). \u201cSaya dengar ibunya menjerit histeris dan langsung saya lihat. Saat itu saya lihat RS sudah tergeletak karena batangan bambu yang dipakai untuk mengikat tali dasi patah. Kejadiannya sekitar Pukul 16.00 WIB, saat itu mukanya sudah membiru,\u201d ucap Selvi. Menurut Selvi, sebelum peeistiwa ini terjadi tidak ada tanda-tanda RS terlihat murung dan tidak ada masalah apa-apa. \u201cSebelumnya tidak terlihat dia murung, tapi memang kesehariannya sangat tertutup meskipun ada masalah tidak pernah cerita,\u201d katanya. Sementara itu, salah satu teman korban Windi(16), mengaku sempat membaca pesan WhatsApp yang disampaikan RS kepada kekasihnya. Dalam pesan tersebut, ujar Windi, RS mengatakan akan bunuh diri. \u201cBesok Lo ngelayat tempat w karena w mau bunuh diri, itu SMS RS ke cowoknya,\u201d ungkap Windi. Windi juga menjelaskan dalam handphone korban juga ditemukan curahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14030,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-14028","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-dan-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14028","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14028"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14028\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}