{"id":13625,"date":"2021-04-26T10:37:01","date_gmt":"2021-04-26T03:37:01","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=13625"},"modified":"2021-04-26T10:37:01","modified_gmt":"2021-04-26T03:37:01","slug":"aktivitas-para-penghapal-alquran-mahasiswa-darmajaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/04\/26\/aktivitas-para-penghapal-alquran-mahasiswa-darmajaya\/","title":{"rendered":"Aktivitas Para Penghapal Alqur&#8217;an Mahasiswa Darmajaya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"text-align: center;\"><strong>BANDAR LAMPUNG(Lampungbarometer.id<\/strong>) : \u2013 Mencetak generasi hafizh dan hafizah (penghapal Al-Quran) di Era Disrupsi 4.0 menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kaum milenial. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"text-align: center;\">Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menyiapkan dan memfasilitasi hal tersebut. <\/span><span style=\"text-align: center;\">Para generasi milenial ini ditempatkan dalam Rumah Tahfiz Darmajaya di Jalan Pembangunan A6, Korpri, Sukarame, Bandarlampung untuk ikhwan dengan kebutuhan hidup dipenuhi sehari-harinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"text-align: center;\">Untuk yang perempuan (akhwat) berada di Pondok Pesantren Al Firdaus Jalan Sultan Agung, Sepangjaya, Labuhanratu. Penghuni Rumah Tahfiz Darmajaya dan Pondok Pesantren Al Firdaus merupakan mahasiswa\/i program beasiswa Hafiz dan Hafizah Al-Quran yang sebelumnya telah memiliki hafalan beberapa juz.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"text-align: center;\">B<\/span><span style=\"text-align: center;\">eberapa kegiatan dilakukan para hafizh dan hafizah selain kuliah di kampus biru\u2013sebutan IIB Darmajaya. Para hafizh dan hafizah mengikuti program untuk menyetorkan hafalan setiap harinya kepada ustaz dan ustazah yang sudah dipersiapkan kampus The Best tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"text-align: center;\">Kini telah terdapat dua hafizh (Suhendro dan Muhammad Saifuddin Mahfudz) dan seorang hafizah (Sin Musri\u2019ah M.A.Q) yang berhasil khatam hapalan 30 juz Al-Quran. \u201cAda sepuluh mahasiswa yang tinggal di Rumah Tahfiz Darmajaya,\u201d ucap Fariz Nida Ulhaq, salah satu calon Hafizh 30 juz ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"text-align: center;\">Selepas magrib, lanjut dia, dengan teman-teman menyetorkan hafalan baru Al-Quran. \u201cLiburnya dua kali, malam Jumat dan malam Ahad,\u201d ungkap Pesilat Lampung ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"text-align: center;\">Hal senada disampaikan Sin yang menghuni Ponpes Al Firdaus bahwa aktivitasnya selain berkuliah di kampus biru juga melakukan hafalan Al-Quran. Menurut dia, lima mahasiswi IIB Darmajaya menghuni Ponpes Al Firdaus. \u201cMenambah hafalan dan mengulang kembali hafalan (murajaah) serta mengaji kitab. Total terdapat lima mahasiswi termasuk saya,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"text-align: center;\">Sementara, penanggung jawab Rumah Tahfiz, Suratno, S.Pd.I., M.H., mengatakan mahasiswa penghapal Al-Quran IIB Darmajaya terdapat 15 orang. \u201cSepuluh mahasiswa di Rumah Tahfiz Darmajaya dan lima mahasiswi di Ponpes Al Firdaus,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"text-align: center;\">Dosen Agama Islam ini menuturkan bahwa program hafiz dan hafizah ini merupakan bagian dari komitmen IIB Darmajaya dalam mencerdaskan anak bangsa dengan pemahaman agama yang baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"text-align: center;\">&#8220;Para hafizh dan hafizah juga sebelumnya melalui tahapan seleksi untuk mengikuti program Tahfizh Al-Quran IIB Darmajaya. Selama kuliah mereka juga diwajibkan untuk menambah hafalannya hingga berhasil khatam dan akademiknya juga sangat baik dengan IPK di atas 3,\u201d tuturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"text-align: center;\">Suratno menambahkan kepada pelajar SMA\/SMK\/MA yang memiliki hafalan Al-Quran 5 juz juga berkesempatan untuk mengikuti jejak hafizh dan hafizah IIB Darmajaya. \u201cSilakan dapat mendaftar menjadi mahasiswa kampus The Best melalui jalur beasiswa Hafizh dan Hafizah Al-Quran,\u201d ajaknya. ** Red<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG(Lampungbarometer.id) : \u2013 Mencetak generasi hafizh dan hafizah (penghapal Al-Quran) di Era Disrupsi 4.0 menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kaum milenial. Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menyiapkan dan memfasilitasi hal tersebut. Para generasi milenial ini ditempatkan dalam Rumah Tahfiz Darmajaya di Jalan Pembangunan A6, Korpri, Sukarame, Bandarlampung untuk ikhwan dengan kebutuhan hidup dipenuhi sehari-harinya. Untuk yang perempuan (akhwat) berada di Pondok Pesantren Al Firdaus Jalan Sultan Agung, Sepangjaya, Labuhanratu. Penghuni Rumah Tahfiz Darmajaya dan Pondok Pesantren Al Firdaus merupakan mahasiswa\/i program beasiswa Hafiz dan Hafizah Al-Quran yang sebelumnya telah memiliki hafalan beberapa juz. Beberapa kegiatan dilakukan para hafizh dan hafizah selain kuliah di kampus biru\u2013sebutan IIB Darmajaya. Para hafizh dan hafizah mengikuti program untuk menyetorkan hafalan setiap harinya kepada ustaz dan ustazah yang sudah dipersiapkan kampus The Best tersebut. Kini telah terdapat dua hafizh (Suhendro dan Muhammad Saifuddin Mahfudz) dan seorang hafizah (Sin Musri\u2019ah M.A.Q) yang berhasil khatam hapalan 30 juz Al-Quran. \u201cAda sepuluh mahasiswa yang tinggal di Rumah Tahfiz Darmajaya,\u201d ucap Fariz Nida Ulhaq, salah satu calon Hafizh 30 juz ini. Selepas magrib, lanjut dia, dengan teman-teman menyetorkan hafalan baru Al-Quran. \u201cLiburnya dua kali, malam Jumat dan malam Ahad,\u201d ungkap Pesilat Lampung ini. Hal senada disampaikan Sin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13626,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-13625","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13625","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13625"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13625\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}