{"id":136,"date":"2019-11-20T03:38:16","date_gmt":"2019-11-20T03:38:16","guid":{"rendered":"http:\/\/lpgbrmtr.16mb.com\/?p=136"},"modified":"2019-11-20T03:38:16","modified_gmt":"2019-11-20T03:38:16","slug":"pasal-ikan-asin-galih-ginanjar-akan-diperiksa-polda-metro-jaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2019\/11\/20\/pasal-ikan-asin-galih-ginanjar-akan-diperiksa-polda-metro-jaya\/","title":{"rendered":"Pasal &#8216;Ikan Asin&#8217; Galih Ginanjar Akan Diperiksa Polda Metro Jaya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\n\nJAKARTA -\u00c2&nbsp;Setelah meminta keterangan kepada Fairuz A Rafiq terkait laporan soal &#8216;ikan asin&#8217;, polisi mengagendakan pemeriksaan terhadap Galih Ginanjar. Galih akan dimintai klarifikasi pada Jumat (5\/7\/2019). &#8220;Terlapor kita mintai keterangan juga. Rencananya Jumat (5\/7) besok mau dimintai klarifikasi. Yang dipanggil sementara baru Pak Galih dulu ya, sementara,&#8221; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3\/7). Argo menyebut Galih akan dipanggil sebagai saksi dalam kasus tersebut. Sedangkan pemilik akun YouTube Rey Utami dan Pablo Benua belum diagendakan untuk diperiksa. &#8220;Yang dipanggil sementara si Pak Galih dulu ya sementara, nanti kita tunggu yang lain,&#8221; ungkap Argo. Galih rencananya diperiksa oleh polisi di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Pemeriksaan diagendakan pada pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, Fairuz A Rafiq melaporkan Galih Ginanjar dan pasangan\u00c2&nbsp;YouTuber\u00c2&nbsp;Rey Utami-Benua. Laporan itu dibuat setelah muncul konten video Galih saat diwawancara Rey Utami di media sosial. Laporan itu tertuang dalam laporan bernomor LP\/3914\/VII\/2019\/PMJ\/Dit.Reskrimus. Terlapor dalam hal ini ialah Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua. Galih, Rey, dan Benua dilaporkan atas tuduhan Pasal 27 ayat (1)\u00c2&nbsp;juncto\u00c2&nbsp;Pasal 45 ayat (1) atau Pasal 27 ayat (3)\u00c2&nbsp;juncto\u00c2&nbsp;Pasal 45 ayat (1) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.\n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA -\u00c2&nbsp;Setelah meminta keterangan kepada Fairuz A Rafiq terkait laporan soal &#8216;ikan asin&#8217;, polisi mengagendakan pemeriksaan terhadap Galih Ginanjar. Galih akan dimintai klarifikasi pada Jumat (5\/7\/2019). &#8220;Terlapor kita mintai keterangan juga. Rencananya Jumat (5\/7) besok mau dimintai klarifikasi. Yang dipanggil sementara baru Pak Galih dulu ya, sementara,&#8221; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3\/7). Argo menyebut Galih akan dipanggil sebagai saksi dalam kasus tersebut. Sedangkan pemilik akun YouTube Rey Utami dan Pablo Benua belum diagendakan untuk diperiksa. &#8220;Yang dipanggil sementara si Pak Galih dulu ya sementara, nanti kita tunggu yang lain,&#8221; ungkap Argo. Galih rencananya diperiksa oleh polisi di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Pemeriksaan diagendakan pada pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, Fairuz A Rafiq melaporkan Galih Ginanjar dan pasangan\u00c2&nbsp;YouTuber\u00c2&nbsp;Rey Utami-Benua. Laporan itu dibuat setelah muncul konten video Galih saat diwawancara Rey Utami di media sosial. Laporan itu tertuang dalam laporan bernomor LP\/3914\/VII\/2019\/PMJ\/Dit.Reskrimus. Terlapor dalam hal ini ialah Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua. Galih, Rey, dan Benua dilaporkan atas tuduhan Pasal 27 ayat (1)\u00c2&nbsp;juncto\u00c2&nbsp;Pasal 45 ayat (1) atau Pasal 27 ayat (3)\u00c2&nbsp;juncto\u00c2&nbsp;Pasal 45 ayat (1) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-136","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hiburan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=136"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}