{"id":13569,"date":"2021-04-25T07:14:22","date_gmt":"2021-04-25T00:14:22","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=13569"},"modified":"2021-04-25T07:14:22","modified_gmt":"2021-04-25T00:14:22","slug":"kuliah-ramadhan-klasika-gelar-diskusi-bedah-buku-estetika-kaum-tertindas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/04\/25\/kuliah-ramadhan-klasika-gelar-diskusi-bedah-buku-estetika-kaum-tertindas\/","title":{"rendered":"Kuliah Ramadhan, Klasika Gelar Diskusi Bedah Buku &#8216;Estetika Kaum Tertindas&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Kelompok Studi Kader (Klasika) menggelar Bedah Buku Estetika Kaum Tertindas dengan menghadirkan para penulis yang merupakan anggota UKM Bidang Seni Universitas Lampung (UKMBS Unila).<\/p>\n<p>Direktur Klasika Ahmad Mufid mengatakan agenda tersebut merupakan bagian dari Kuliah Ramadan (Kurma) 2021 dan akan dilaksanakan dalam dua termin pada minggu kedua dan ketiga Ramadan.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, buku yang baru terbit bulan lalu memberikan pandangan lain terhadap seni yang pada masyarakat umum, seni hanya dilihat sebatas hiburan atau tontonan.<\/p>\n<p>&#8220;Buku ini ingin menyampaikan bahwa seni tidak sebatas hiburan, namun memilih giroh pembebasan,&#8221; ungkapnya Sabtu (23\/4\/2021).<\/p>\n<p>Dalam diskusi itu nantinya tidak hanya menghadirkan para penulis buku, tapi juga turut mendatangkan para pelaku hingga akademisi seni di Lampung, sehingga pemaparan isi buku tidak hanya satu arah. Namun, akan ada pembanding dari realitas seni saat ini.<\/p>\n<p>&#8220;Kegiatan akan dilaksanakan di Rumah Ideologi Klasika dengan peserta terbatas. Sesi pertama diadakan pada 25 &#8211; 26 April 2021, sedangkan sesi kedua dilaksanakan mulai 2 &#8211; 5 Mei 2021,&#8221; ungkapnya. (rls\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Kelompok Studi Kader (Klasika) menggelar Bedah Buku Estetika Kaum Tertindas dengan menghadirkan para penulis yang merupakan anggota UKM Bidang Seni Universitas Lampung (UKMBS Unila). Direktur Klasika Ahmad Mufid mengatakan agenda tersebut merupakan bagian dari Kuliah Ramadan (Kurma) 2021 dan akan dilaksanakan dalam dua termin pada minggu kedua dan ketiga Ramadan. Ia menjelaskan, buku yang baru terbit bulan lalu memberikan pandangan lain terhadap seni yang pada masyarakat umum, seni hanya dilihat sebatas hiburan atau tontonan. &#8220;Buku ini ingin menyampaikan bahwa seni tidak sebatas hiburan, namun memilih giroh pembebasan,&#8221; ungkapnya Sabtu (23\/4\/2021). Dalam diskusi itu nantinya tidak hanya menghadirkan para penulis buku, tapi juga turut mendatangkan para pelaku hingga akademisi seni di Lampung, sehingga pemaparan isi buku tidak hanya satu arah. Namun, akan ada pembanding dari realitas seni saat ini. &#8220;Kegiatan akan dilaksanakan di Rumah Ideologi Klasika dengan peserta terbatas. Sesi pertama diadakan pada 25 &#8211; 26 April 2021, sedangkan sesi kedua dilaksanakan mulai 2 &#8211; 5 Mei 2021,&#8221; ungkapnya. (rls\/red)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13570,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-13569","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13569","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13569"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13569\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13569"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13569"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13569"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}