{"id":13377,"date":"2021-04-21T09:27:34","date_gmt":"2021-04-21T02:27:34","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=13377"},"modified":"2021-04-21T09:27:34","modified_gmt":"2021-04-21T02:27:34","slug":"mantan-kiper-timnas-indonesia-listianto-rahardjo-meninggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/04\/21\/mantan-kiper-timnas-indonesia-listianto-rahardjo-meninggal\/","title":{"rendered":"Mantan Kiper Timnas Indonesia Listianto Rahardjo Meninggal"},"content":{"rendered":"<p><em>Foto (net)<\/em><\/p>\n<p><strong>SURABAYA (lampungbarometer.id):<\/strong> Dunia sepak bola Indonesia berduka, mantan kiper Timnas Indonesia\u00a0yang kini menjadi pelatih kiper di Bhayangkara FC,\u00a0Listianto Raharjo (51), meninggal akibat serangan jantung.<\/p>\n<p>Listianto menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Selasa, (20\/4\/2021), Pukul 23.00 WIB.<\/p>\n<p>&#8220;Meninggalnya sekitar Lukul 23.00 WIB. Tadi sore masih latihan dan memang tinggal di mess Bhayangkara FC di Surabaya,&#8221; kata COO Bhayangkara Sumardji dalam keterangan resmi klub.<\/p>\n<p>&#8220;Segenap manajemen Bhayangkara FC merasakan kehilangan sosok legenda kiper. Kami ikut berduka sedalam-dalamnya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Listianto\u00a0atau akrab disapa Bejo tercatat menjadi bagian\u00a0Timnas Indonesia\u00a0di ajang Piala Tiger (sekarang Piala AFF) 1996. Pria kelahiran 1970 itu menjadi satu dari tiga kiper yang dipanggil. Dua kiper lainnya adalah Sumardi dan Kurnia Sandy.<\/p>\n<p>Setahun kemudian, Listianto kembali mengisi skuad Timnas Indonesia di ajang SEA Games 1997. Timnas Indonesia yang berstatus tuan rumah meraih medali perak setelah kalah adu penalti dari Thailand di final.<\/p>\n<p>Di level klub, Bejo pernah memperkuat Pelita Jaya, Arema, Persib Bandung, dan Persibom Bolaang Mongondow. Sebelum menjadi pelatih kiper di\u00a0Bhayangkara FC, Bejo sempat melatih di PSS Sleman. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto (net) SURABAYA (lampungbarometer.id): Dunia sepak bola Indonesia berduka, mantan kiper Timnas Indonesia\u00a0yang kini menjadi pelatih kiper di Bhayangkara FC,\u00a0Listianto Raharjo (51), meninggal akibat serangan jantung. Listianto menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Selasa, (20\/4\/2021), Pukul 23.00 WIB. &#8220;Meninggalnya sekitar Lukul 23.00 WIB. Tadi sore masih latihan dan memang tinggal di mess Bhayangkara FC di Surabaya,&#8221; kata COO Bhayangkara Sumardji dalam keterangan resmi klub. &#8220;Segenap manajemen Bhayangkara FC merasakan kehilangan sosok legenda kiper. Kami ikut berduka sedalam-dalamnya,&#8221; ujarnya. Listianto\u00a0atau akrab disapa Bejo tercatat menjadi bagian\u00a0Timnas Indonesia\u00a0di ajang Piala Tiger (sekarang Piala AFF) 1996. Pria kelahiran 1970 itu menjadi satu dari tiga kiper yang dipanggil. Dua kiper lainnya adalah Sumardi dan Kurnia Sandy. Setahun kemudian, Listianto kembali mengisi skuad Timnas Indonesia di ajang SEA Games 1997. Timnas Indonesia yang berstatus tuan rumah meraih medali perak setelah kalah adu penalti dari Thailand di final. Di level klub, Bejo pernah memperkuat Pelita Jaya, Arema, Persib Bandung, dan Persibom Bolaang Mongondow. Sebelum menjadi pelatih kiper di\u00a0Bhayangkara FC, Bejo sempat melatih di PSS Sleman. (red)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13378,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-13377","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13377"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13377\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}