{"id":13187,"date":"2021-04-15T12:20:53","date_gmt":"2021-04-15T05:20:53","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=13187"},"modified":"2021-04-15T12:20:53","modified_gmt":"2021-04-15T05:20:53","slug":"sejuk-dan-nyaman-destinasi-wisata-kebun-edukasi-lamsel-cocok-bagi-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/04\/15\/sejuk-dan-nyaman-destinasi-wisata-kebun-edukasi-lamsel-cocok-bagi-keluarga\/","title":{"rendered":"Sejuk Dan Nyaman, Destinasi Wisata Kebun Edukasi Lamsel Cocok Bagi Keluarga"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Kebun Edukasi yang digagas Bupati Nanang Ermanto menjadi ikon wisata baru di Kabupaten Lampung Selatan. Destinasi wisata buatan berkonsep sederhana dengan nuansa alam yang sejuk ini memiliki daya pikat tersendiri bagi wisatawan di Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Ketika wartawan lampungbarometer.id berkunjung ke Kebun Edukasi yang terletak di komplek Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan ini pada Senin (12\/4\/2021), tampak ratusan pengunjung menikmati suasana kebun yang asri dan sejuk.<\/p>\n<p>Pengunjung yang datang bersama keluarganya itu umumnya berasal dari wilayah Kabupaten Lampung Selatan, tapi beberapa ada yang berasal dari Bandar Lampung. Ratna (40), salah satu pengunjung yang berasal dari Tanjung Heran, saat ditemui lampungbarometer.id mengaku baru pertama berkunjung ke kebun edukasi ini.<\/p>\n<p>&#8220;Baru sekali ini datang ke sini. Tempatnya bagus,&#8221; katanya.<\/p>\n<div id=\"attachment_13188\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-13188\" class=\"wp-image-13188\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG-20210415-WA0038-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\" \/><p id=\"caption-attachment-13188\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>TAMPAK<\/strong> Pengunjung menikmati suasana kebun yang asri dan sejuk. (Foto: lampungbarometer.id) <\/em><\/p><\/div>\n<p>Pengunjung lainnya Yudi (31), warga Ketibung, Lampung Selatan, juga mengaku baru pertama kali mengunjungi Kebun Wisata Edukasi ini. Dia mengatakan datang bersama istri dan anaknya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mengantar istri dan anak yang sejak beberapa hari lalu minta diantar ke sini. Istri dapat cerita dari kawannya kalau tempat ini bagus, makanya dia pengen ke sini. Tapi memang tempatnya bagus dan cocok untuk bersantai bagi keluarga,&#8221; ucap Yudi.<\/p>\n<p>Tempat Wisata Kebun Edukasi Kabupaten Lampung Selatan memang menjadi destinasi wisata baru yang mampu memikat masyarakat. Tempat wisata ini menawarkan pemandangan baru serta pilihan wisata selain pantai dan air terjun.<\/p>\n<div id=\"attachment_13189\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-13189\" class=\"wp-image-13189\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG-20210415-WA0033-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\" \/><p id=\"caption-attachment-13189\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>PENGUNJUNG<\/strong> bisa membeli semangka kualitas terbaik langsung dari batangnya dengan harga terjangkau. (Foto: lampungbarometer.id)<\/em><\/p><\/div>\n<p>Di tempat wisata ini pengunjung disajikan dengan pemandangan alam, taman buah dan suasana sejuk yang menghanyutkan.<\/p>\n<p>Jaraknyanya yang dekat dengan Kota Bandar Lampung dan lokasi yang sangat mudah dijangkau, karena berada tepat di jalan lintas sumatera, menjadi daya pikat tersendiri bagi wisatawan lokal. Bagi yang ingin berkunjung, lokasinya di sebelah kiri dari Bandar Lampung, tepat di belakang Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan dan Markas Polisi Militer (PM) Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<p>Salah satu keunggulan yang ditawarkan saat ini adalah kebun semangka. Sebab di Kebun Edukasi ini pengunjung bisa membeli semangka dengan kualitas terbaik langsung dari batangnya.<\/p>\n<p>Pengurus Kebun Edukasi, Sukirno yang ditemui sedang memilih dan memetik buah semangka, kepada lampungbarometer.id mengatakan untuk saat ini buah yang sudah bisa dipanen baru semangka dan dalam waktu dekat ini menyusul buah timun suri.<\/p>\n<div id=\"attachment_13190\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-13190\" class=\"wp-image-13190\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG-20210414-WA0245-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\" \/><p id=\"caption-attachment-13190\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>TAMPAK<\/strong> keluarga sedang menikmati suasana sore yang sejuk. (Foto: lampungbarometer.id).<\/em><\/p><\/div>\n<p>&#8220;Kalau untuk semangka sudah ketiga kalinya ini kita panen, sedangkan timun suri sebentar lagi. Untuk sirsak, alpukat dan duren masih lama,&#8221; ujar Sukirno saat, Senin (14\/4\/2021).<\/p>\n<p>Pengurus Kebun Edukasi lainnya Wito menjelaskan luas lahan Kebun secara keseluruhan 2,5 ha, sebagian ditanami buah-buahan dan sebagian lagi dijadikan taman untuk bersantai dan spot untuk berfoto.<\/p>\n<p>Sementara itu, Eko (37), juga pengurus kebun, menceritakan dirinya khusus mengurus dan merawat kebun semangka, sedangkan untuk pemeliharaan buah-buahan lainnya menjadi tugas pekerja yang lain.<\/p>\n<div id=\"attachment_13195\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-13195\" class=\"wp-image-13195\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG-20210414-WA0243-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\" \/><p id=\"caption-attachment-13195\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>KEBUN<\/strong> Edukasi yang dikelola Pemkab Lampung Selatan. (Foto: lampungbarometer.id)<\/em><\/p><\/div>\n<p>&#8220;Di sini ada bermacam buah-buahan, ada Alpukat, sirsak, jeruk, durian dan bermacam buah lainnya. Saya khusus ngurus semangka,&#8221; ungkap Eko.<\/p>\n<p>Bagi pencinta wisata jangan sampai ketinggalan. Yuk datang dan kunjungi Kebun Wisata Edukasi Lampung Selatan. (Herdi\/AK)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Kebun Edukasi yang digagas Bupati Nanang Ermanto menjadi ikon wisata baru di Kabupaten Lampung Selatan. Destinasi wisata buatan berkonsep sederhana dengan nuansa alam yang sejuk ini memiliki daya pikat tersendiri bagi wisatawan di Provinsi Lampung. Ketika wartawan lampungbarometer.id berkunjung ke Kebun Edukasi yang terletak di komplek Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan ini pada Senin (12\/4\/2021), tampak ratusan pengunjung menikmati suasana kebun yang asri dan sejuk. Pengunjung yang datang bersama keluarganya itu umumnya berasal dari wilayah Kabupaten Lampung Selatan, tapi beberapa ada yang berasal dari Bandar Lampung. Ratna (40), salah satu pengunjung yang berasal dari Tanjung Heran, saat ditemui lampungbarometer.id mengaku baru pertama berkunjung ke kebun edukasi ini. &#8220;Baru sekali ini datang ke sini. Tempatnya bagus,&#8221; katanya. Pengunjung lainnya Yudi (31), warga Ketibung, Lampung Selatan, juga mengaku baru pertama kali mengunjungi Kebun Wisata Edukasi ini. Dia mengatakan datang bersama istri dan anaknya. &#8220;Saya mengantar istri dan anak yang sejak beberapa hari lalu minta diantar ke sini. Istri dapat cerita dari kawannya kalau tempat ini bagus, makanya dia pengen ke sini. Tapi memang tempatnya bagus dan cocok untuk bersantai bagi keluarga,&#8221; ucap Yudi. Tempat Wisata Kebun Edukasi Kabupaten Lampung Selatan memang menjadi destinasi wisata baru yang mampu memikat masyarakat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13191,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-13187","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pariwisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13187","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13187"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13187\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}