{"id":13082,"date":"2021-04-08T07:47:35","date_gmt":"2021-04-08T00:47:35","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=13082"},"modified":"2021-04-08T07:47:35","modified_gmt":"2021-04-08T00:47:35","slug":"wali-kota-bandar-lampung-eva-dwiana-resmikan-fly-over-sultan-agung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/04\/08\/wali-kota-bandar-lampung-eva-dwiana-resmikan-fly-over-sultan-agung\/","title":{"rendered":"Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Resmikan \u2018Fly Over\u2019 Sultan Agung"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meresmikan <em>fly over<\/em>\u00a0Jalan Sultan Agung, Rabu (7\/4\/2021), yang dihadiri mantan Wali Kota Herman HN yang merupakan suami Wali Kota Eva Dwiana.<\/p>\n<p>Dengan pengoperasian\u00a0<em>fly over<\/em>\u00a0Sultan Agung sepanjang 262 meter ini, Bunda Eva (sapaan akrabnya, <em>red<\/em>) berharap kemacetan di jalur tersebut bisa teratasi.<\/p>\n<p>&#8220;<em>Fly over<\/em>\u00a0ini yang ke-11, secara bertahap di Bandar Lampung nantinya akan kita percantik. Bunda ingin di tiap\u00a0<em>fly over<\/em>\u00a0ada ornamen tersendiri, seperti tokoh-tokoh pembangunan Bandar Lampung,&#8221; kata politisi PDI Perjuangan ini.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Dinas PU Bandar Lampung Iwan Gunawan mengungkapkan proses pembangunan jalan layang tersebut dimulai pada Juni 2020 menelan dana Rp34,642 milyar.<\/p>\n<p>Menurut Iwan, pembangunan\u00a0<em>fly over<\/em>\u00a0Sultan Agung sebagai salah satu sarana memperlancar arus lalu lintas dari dan keluar kota Bandar Lampung. Karena Jalan Sultan Agung merupakan akses utama jalan <em>bypass<\/em> dan akses utama menuju ruas jalan Tol Trans Sumatera pintu tol Kota Baru.<\/p>\n<p>&#8220;Ini wujud peningkatan pelayanan Pemerintah Kota Bandar Lampung kepada masyarakat, khususnya di bidang Bina Marga. Tujuannya agar masyarakat terhindar dari kemacetan ketika ada kereta api. Dan juga sebagai upaya promosi investasi dan meningkatkan kepariwisaataan guna meningkatkan perekonomian masyarakat,&#8221; pungkasnya. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meresmikan fly over\u00a0Jalan Sultan Agung, Rabu (7\/4\/2021), yang dihadiri mantan Wali Kota Herman HN yang merupakan suami Wali Kota Eva Dwiana. Dengan pengoperasian\u00a0fly over\u00a0Sultan Agung sepanjang 262 meter ini, Bunda Eva (sapaan akrabnya, red) berharap kemacetan di jalur tersebut bisa teratasi. &#8220;Fly over\u00a0ini yang ke-11, secara bertahap di Bandar Lampung nantinya akan kita percantik. Bunda ingin di tiap\u00a0fly over\u00a0ada ornamen tersendiri, seperti tokoh-tokoh pembangunan Bandar Lampung,&#8221; kata politisi PDI Perjuangan ini. Sementara itu, Kepala Dinas PU Bandar Lampung Iwan Gunawan mengungkapkan proses pembangunan jalan layang tersebut dimulai pada Juni 2020 menelan dana Rp34,642 milyar. Menurut Iwan, pembangunan\u00a0fly over\u00a0Sultan Agung sebagai salah satu sarana memperlancar arus lalu lintas dari dan keluar kota Bandar Lampung. Karena Jalan Sultan Agung merupakan akses utama jalan bypass dan akses utama menuju ruas jalan Tol Trans Sumatera pintu tol Kota Baru. &#8220;Ini wujud peningkatan pelayanan Pemerintah Kota Bandar Lampung kepada masyarakat, khususnya di bidang Bina Marga. Tujuannya agar masyarakat terhindar dari kemacetan ketika ada kereta api. Dan juga sebagai upaya promosi investasi dan meningkatkan kepariwisaataan guna meningkatkan perekonomian masyarakat,&#8221; pungkasnya. (red)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13083,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-13082","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13082"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13082\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}