{"id":12918,"date":"2021-03-30T20:01:46","date_gmt":"2021-03-30T13:01:46","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=12918"},"modified":"2021-03-30T20:01:46","modified_gmt":"2021-03-30T13:01:46","slug":"timbulkan-aroma-tak-sedap-warga-tanjung-senang-keluhkan-keberadaan-tps","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/03\/30\/timbulkan-aroma-tak-sedap-warga-tanjung-senang-keluhkan-keberadaan-tps\/","title":{"rendered":"Timbulkan Aroma Tak Sedap, Warga Tanjung Senang Keluhkan Keberadaan TPS\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Warga Jl. Raflesia, Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung mengeluhkan aroma tak sedap yang berasal dari tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang jaraknya sangat dekat dengan rumah warga.<\/p>\n<p>Hendri (42 tahun), salah seorang warga, mengaku merasa sangat terganggu dengan tumpukan sampah di TPS yang berada dekat kediamannya itu karena menimbulkan aromanya sangat tidak sedap, terlebih saat ditiup angin.<\/p>\n<div id=\"attachment_12919\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-12919\" class=\"wp-image-12919\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/IMG-20210330-WA0146-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\" \/><p id=\"caption-attachment-12919\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>INILAH<\/strong> lokasi tempat penampungan sementara (TPS) sampah di Kelurahan Tanjung Senang yang dikeluhkan warga.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Saat ditemui di rumahnya pada Selasa (30\/3\/2021), kepada <em>lampungbarometer.id<\/em> dia mengungkapkan tumpukan sampah itu bukan hanya berasal dari lingkungan sekitar, tapi berasal dari tiga kelurahan.<\/p>\n<p>&#8220;Awalnya yang buang sampah hanya warga sekitar sini, tapi sekarang sudah dari tiga kelurahan yakni Kelurahan Tanjung Senang, Kelurahan Pematang Wangi, dan Kelurahan Way Kandis, sehingga sampahnya banyak dan aromanya sangat mengganggu serta juga berdampak terhadap kesehatan kami,&#8221; ujar Hendri.<\/p>\n<p>Hal senada disampaikan Maryanto (45), juga warga sekitar TPS yang mengaku sangat terganggu dengan keberadaan tumpukan sampah tersebut. Oleh sebab itu, mereka sangat mengharapkan Pemerintah Kota Bandar Lampung bisa memindahkan TPS yang sudah beroperasi sejak 2008 itu ke lokasi lain yang jauh dari permukiman warga.<\/p>\n<p>&#8220;Semoga keluhan kami ini didengar oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung. Apalagi beberapa waktu lalu, Wali Kota bersama Camat Tanjung Senang dan beberapa lurah sudah melihat langsung lokasi TPS. Jadi harapan kami Pemkot Bandar Lampung bisa memindahkan lokasi TPS,&#8221; ucap Maryanto.<\/p>\n<p>Sementara itu, salah staf UPT Pengelola TPS Tanjung Senang, Todi, mengatakan semua petugas UPT yang ditugaskan Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup Bandar Lampung sudah bekerja secara maksimal dalam penanganan dan pengangkutan sampah dari TPS Tanjung Senang ke TPA Bakung.<\/p>\n<p>Menurut Todi, upaya tersebut dilakukan agar sampah tidak menumpuk sehingga lokasi TPS selalu kering dan bersih.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sudah berupaya maksimal untuk meminimalisasi penumpukan agar tidak menimbulkan aroma tak sedap yang mengganggu masyarakat sekitar. Memang beberapa waktu lalu truk pengangkut sempat rusak jadi pengangkutan terhambat tapi saat ini sudah diperbaiki dan aktivitas pengangkutan berjalan seperti biasa,&#8221; pungkas Todi. (Herdi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Warga Jl. Raflesia, Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung mengeluhkan aroma tak sedap yang berasal dari tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang jaraknya sangat dekat dengan rumah warga. Hendri (42 tahun), salah seorang warga, mengaku merasa sangat terganggu dengan tumpukan sampah di TPS yang berada dekat kediamannya itu karena menimbulkan aromanya sangat tidak sedap, terlebih saat ditiup angin. Saat ditemui di rumahnya pada Selasa (30\/3\/2021), kepada lampungbarometer.id dia mengungkapkan tumpukan sampah itu bukan hanya berasal dari lingkungan sekitar, tapi berasal dari tiga kelurahan. &#8220;Awalnya yang buang sampah hanya warga sekitar sini, tapi sekarang sudah dari tiga kelurahan yakni Kelurahan Tanjung Senang, Kelurahan Pematang Wangi, dan Kelurahan Way Kandis, sehingga sampahnya banyak dan aromanya sangat mengganggu serta juga berdampak terhadap kesehatan kami,&#8221; ujar Hendri. Hal senada disampaikan Maryanto (45), juga warga sekitar TPS yang mengaku sangat terganggu dengan keberadaan tumpukan sampah tersebut. Oleh sebab itu, mereka sangat mengharapkan Pemerintah Kota Bandar Lampung bisa memindahkan TPS yang sudah beroperasi sejak 2008 itu ke lokasi lain yang jauh dari permukiman warga. &#8220;Semoga keluhan kami ini didengar oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung. Apalagi beberapa waktu lalu, Wali Kota bersama Camat Tanjung Senang dan beberapa lurah sudah melihat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12920,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-12918","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12918"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12918\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}