{"id":12692,"date":"2021-03-15T22:45:46","date_gmt":"2021-03-15T15:45:46","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=12692"},"modified":"2021-03-15T22:45:46","modified_gmt":"2021-03-15T15:45:46","slug":"top-banget-mahasiswa-unila-raih-medali-perunggu-lomba-karya-tulis-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/03\/15\/top-banget-mahasiswa-unila-raih-medali-perunggu-lomba-karya-tulis-internasional\/","title":{"rendered":"Top Banget! Mahasiswa Unila Raih Medali Perunggu Lomba Karya Tulis Internasional"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Universitas Lampung (Unila) berhasil meraih medali perunggu dalam ajang internasional Asean Innovative Sicience Environmental And Entrepreneur Fair (AISEEF) yang diselenggarakan oleh ISYA (Perkumpulan Peneliti Indonesia) di Jakarta\u00a0 18-22 Februari 2021.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun ini kegiatan AISEEF digelar secara <em>daring<\/em> melalui Aplikasi Zoom Meeting dan Indonesia menjadi tuan rumah serta diikuti 20 negara. Ini merupakan kali pertama Unila mengikuti kegiatan AISEEF tingkat ASEAN.<\/p>\n<div id=\"attachment_12693\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-12693\" class=\"wp-image-12693\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/karya-tulis-300x178.jpeg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"360\" \/><p id=\"caption-attachment-12693\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>UNIVERSITAS<\/strong> Lampung (Unila) berhasil meraih medali perunggu dalam ajang internasional Asean Innovative Sicience Environmental And Entrepreneur Fair (AISEEF) yang diselenggarakan oleh ISYA (Perkumpulan Peneliti Indonesia) di Jakarta\u00a0 18-22 Februari 2021.<\/em><\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam ajang ini, Unila mampu menorehkan prestasi membanggakan melalui Cabang Lomba Sosial Science yang diwakili mahasiswa atas nama: Khoirunisa, Yosi Nadia (FKIP Prodi Pendidikan Sejarah 2017), dan Wulan Ayu (Fakultas Pertanian Prodi Kehutanan\u00a0 2018) dan \u00a0didampingi Dosen Pembimbing Sumargono, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan\u00a0 Sejarah FKIP Unila.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Sumargono, awalnya materi yang dilombakan ini adalah persiapan mahasiswa mengikuti PIMNAS, namun karena waktu kegiatan bersamaan dengan kegiatan KKL akhirnya tidak lolos berkas. Selanjutnya, dia menyarankan mahasiswanya mengikuti kegiatan AISEEF dengan tetap mempertahankan materi sebelumnya dengan catatan memperbaiki tulisan dan materi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTema yang mereka usung dalam lomba karya tulis kali ini\u00a0 adalah Mitigasi Bencana Karifan Lokal. Karya tulis ini dibuat berdasarkan observasi mahasiswa yang melihat di Lampung jarang terjadi kebakaran hutan. Sebab, masyarakat Lampung memiliki cara tersendiri menjaga hutannya dengan kearifan lokal,\u201d ujar Sumargono.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-12694 aligncenter\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/karya-tulis1-300x178.jpeg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"335\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita harus memberikan apresiasi, karena di masa pendemi ini mereka tetap semangat untuk terus berprestasi mengharumkan nama Unila dan Lampung. Harapannya ini akan terus dikembangkan dengan <em>support<\/em> penuh para pemangku kebijakan di Unila sehingga di masa mendatang terus bermunculan mahasiswa berprestasi di bidang penulisan karya ilmiah,\u201d ujar Sumargono menambahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diketahui ketiga mahasiswa Unila tersebut melakukan penelitian untuk karya tulis ini di Daerah Sukau, Kabupaten Lampung Barat selama 2 pekan dengan biaya swadaya dengan dukungan para dosen senior di Program Studi Sejarah, FKIP Unila, di antaranya Drs. Maskun, M.H. dan Basri, M.Pd. (ahm\/red)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Universitas Lampung (Unila) berhasil meraih medali perunggu dalam ajang internasional Asean Innovative Sicience Environmental And Entrepreneur Fair (AISEEF) yang diselenggarakan oleh ISYA (Perkumpulan Peneliti Indonesia) di Jakarta\u00a0 18-22 Februari 2021. Tahun ini kegiatan AISEEF digelar secara daring melalui Aplikasi Zoom Meeting dan Indonesia menjadi tuan rumah serta diikuti 20 negara. Ini merupakan kali pertama Unila mengikuti kegiatan AISEEF tingkat ASEAN. Dalam ajang ini, Unila mampu menorehkan prestasi membanggakan melalui Cabang Lomba Sosial Science yang diwakili mahasiswa atas nama: Khoirunisa, Yosi Nadia (FKIP Prodi Pendidikan Sejarah 2017), dan Wulan Ayu (Fakultas Pertanian Prodi Kehutanan\u00a0 2018) dan \u00a0didampingi Dosen Pembimbing Sumargono, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan\u00a0 Sejarah FKIP Unila. Menurut Sumargono, awalnya materi yang dilombakan ini adalah persiapan mahasiswa mengikuti PIMNAS, namun karena waktu kegiatan bersamaan dengan kegiatan KKL akhirnya tidak lolos berkas. Selanjutnya, dia menyarankan mahasiswanya mengikuti kegiatan AISEEF dengan tetap mempertahankan materi sebelumnya dengan catatan memperbaiki tulisan dan materi. \u201cTema yang mereka usung dalam lomba karya tulis kali ini\u00a0 adalah Mitigasi Bencana Karifan Lokal. Karya tulis ini dibuat berdasarkan observasi mahasiswa yang melihat di Lampung jarang terjadi kebakaran hutan. Sebab, masyarakat Lampung memiliki cara tersendiri menjaga hutannya dengan kearifan lokal,\u201d ujar Sumargono. \u201cKita harus memberikan apresiasi, karena di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12695,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-12692","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12692"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12692\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}