{"id":12562,"date":"2021-03-07T13:20:45","date_gmt":"2021-03-07T06:20:45","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=12562"},"modified":"2021-03-07T13:20:45","modified_gmt":"2021-03-07T06:20:45","slug":"lamteng-akan-bangun-5-6-jembatan-demi-percepatan-ekonomi-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/03\/07\/lamteng-akan-bangun-5-6-jembatan-demi-percepatan-ekonomi-masyarakat\/","title":{"rendered":"Lamteng Akan Bangun 5-6 Jembatan demi Percepatan Ekonomi Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>LAMPUNG TENGAH (lampungbarometer.id)<\/strong>: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah akan membangun sekitar 5-6 jembatan agar masyarakat tidak sampai terisolasi dan untuk menunjang pergerakan ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini disampaikan Bupati Lamteng Musa Ahmad yang didampingi Camat Seputih Agung Candra Sukma saat kunjungan kerja dan meninjau langsung Kampung Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Sabtu (6\/3\/2021).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kunjungan kerja ini, Bupati mendengar secara langsung keinginan masyarakat agar dibangun jembatan penghubung antara Kampung Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung dan Kampung Candirejo, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJembatan penghubung sangat penting untuk menunjang percepatan perekonomian warga, khususnya bagi petani, untuk mengeluarkan hasil buminya. Ada 5-6 jembatan yang perlu dibangun di Lampung Tengah, dan Pemkab Lampung Tengah akan merealisasikannya,\u201d ujar Musa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala Kampung Mujirahayu Subandi menyatakan warga mengharapkan pembangunan jembatan penghubung ini sudah sejak lama yakni 1957, karena peran jembatan ini sangat vital; .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJembatan penghubung ini sangat dibutuhkan warga baik untuk transportasi kecil sebagai jalur lalu lintas siswa untuk sekolah dan pegawai untuk menuju tempat bekerja. Termasuk transportasi besar bagi petani untuk mendistribusikan hasil bumi,\u201d ucap Subandi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Subandi mengungkapkan jika selama ini kendala paling besar adalah banjir. Jika terjadi banjir, kata dia, siswa maupun warga tidak dapat pergi sekolah dan bekerja. Menurut dia, warga selama ini memanfaatkan perahu dayung untuk menyeberang. (rls\/her)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG TENGAH (lampungbarometer.id): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah akan membangun sekitar 5-6 jembatan agar masyarakat tidak sampai terisolasi dan untuk menunjang pergerakan ekonomi. Hal ini disampaikan Bupati Lamteng Musa Ahmad yang didampingi Camat Seputih Agung Candra Sukma saat kunjungan kerja dan meninjau langsung Kampung Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Sabtu (6\/3\/2021). Dalam kunjungan kerja ini, Bupati mendengar secara langsung keinginan masyarakat agar dibangun jembatan penghubung antara Kampung Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung dan Kampung Candirejo, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah. \u201cJembatan penghubung sangat penting untuk menunjang percepatan perekonomian warga, khususnya bagi petani, untuk mengeluarkan hasil buminya. Ada 5-6 jembatan yang perlu dibangun di Lampung Tengah, dan Pemkab Lampung Tengah akan merealisasikannya,\u201d ujar Musa. Sementara itu, Kepala Kampung Mujirahayu Subandi menyatakan warga mengharapkan pembangunan jembatan penghubung ini sudah sejak lama yakni 1957, karena peran jembatan ini sangat vital; . \u201cJembatan penghubung ini sangat dibutuhkan warga baik untuk transportasi kecil sebagai jalur lalu lintas siswa untuk sekolah dan pegawai untuk menuju tempat bekerja. Termasuk transportasi besar bagi petani untuk mendistribusikan hasil bumi,\u201d ucap Subandi. Subandi mengungkapkan jika selama ini kendala paling besar adalah banjir. Jika terjadi banjir, kata dia, siswa maupun warga tidak dapat pergi sekolah dan bekerja. Menurut dia, warga selama ini memanfaatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12565,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[200],"tags":[],"class_list":["post-12562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-tengah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12562"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12562\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}