{"id":12018,"date":"2021-02-15T13:30:46","date_gmt":"2021-02-15T06:30:46","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=12018"},"modified":"2021-02-15T13:30:46","modified_gmt":"2021-02-15T06:30:46","slug":"anggota-dpd-ri-abdul-hakim-apresiasi-konsep-smart-village-desa-cintamulya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/02\/15\/anggota-dpd-ri-abdul-hakim-apresiasi-konsep-smart-village-desa-cintamulya\/","title":{"rendered":"Anggota DPD RI Abdul Hakim Apresiasi Konsep \u2018Smart Village\u2019 Desa Cintamulya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Provinsi Lampung Abdul Hakim mengapresiasi konsep <em>Smart Village<\/em> di Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal tersebut diutarakan Abdul Hakim saat melakukan reses dalam rangka dialog dan menyerap aspirasi masyarakat dan daerah di Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (14\/2\/2021), didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan Rohadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abdul Hakim meyakini upaya Pemerintah Pusat menjadikan desa sebagai garda terdepan dalam pembangunan nasional dapat terwujud dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Anggota DPD RI Komite IV ini juga mengatakan apa yang telah dilakukan Desa Cintamulya bisa menjadi percontohan pengembangan <em>smart village<\/em> nusantara.<\/p>\n<div id=\"attachment_12019\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-12019\" class=\"wp-image-12019\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/berita-LS-200x112.jpeg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"338\" \/><p id=\"caption-attachment-12019\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>ANGGOTA<\/strong> Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Provinsi Lampung Abdul Hakim mengapresiasi konsep Smart Village di Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (14\/2\/2021).<\/em><\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTernyata Desa Cintamulya bisa dan telah membuktikan itu,\u201d ujar Abdul Hakim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, jika kita bersinergi saling bahu membahu maka kita bisa menghasilkan prestasi yang sangat luar biasa. Dia juga mengaku bangga dengan model yang dilakukan oleh Desa Cinta Mulya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya yakin tidak lama lagi Lampung Selatan akan punya prestasi yang membanggakan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lampung Selatan, Rohadian berharap dukungan pemerintah terkait program <em>Smart Village<\/em> tersebut. Dia menargetkan ke depan pihaknya akan mengembangkan <em>Program Smart Village<\/em> tersebut di 256 desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaat ini memang terkendala anggaran di desa, karena sebagian anggaran harus dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Ke depan kami berharap program-program kami bisa mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lampung Selatan M. Sefri Masdian yang juga turut mendampingi, menyampaikan dalam perkembangannya <em>Smart Village<\/em> ini tidak hanya sebatas pada penggunaan teknologi informasi saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, lanjut dia, upaya pengembangan dan pendayagunaan potensi desa selaras dengan peningkatan nilai ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat untuk menjembatani menjadi masyarakat informasi berbasis digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Smart Village<\/em> menjadi program unggulan guna menyinergikan pemesanan melalui pelatihan dan pemberdayaan sehingga diharapkan menjadi model percontohan terutama bagi desa di sekitarnya,\u201d ujar Sefri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Sefri, konsep <em>Smart Village<\/em> menjadikan desa melek teknologi informasi dan membangun masyarakat yang melek literasi digital sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang bersifat internal dan eksternal,\u201d pungkasnya. (<strong>red<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Provinsi Lampung Abdul Hakim mengapresiasi konsep Smart Village di Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Hal tersebut diutarakan Abdul Hakim saat melakukan reses dalam rangka dialog dan menyerap aspirasi masyarakat dan daerah di Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (14\/2\/2021), didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan Rohadian. Abdul Hakim meyakini upaya Pemerintah Pusat menjadikan desa sebagai garda terdepan dalam pembangunan nasional dapat terwujud dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Anggota DPD RI Komite IV ini juga mengatakan apa yang telah dilakukan Desa Cintamulya bisa menjadi percontohan pengembangan smart village nusantara. \u201cTernyata Desa Cintamulya bisa dan telah membuktikan itu,\u201d ujar Abdul Hakim. Menurut dia, jika kita bersinergi saling bahu membahu maka kita bisa menghasilkan prestasi yang sangat luar biasa. Dia juga mengaku bangga dengan model yang dilakukan oleh Desa Cinta Mulya. \u201cSaya yakin tidak lama lagi Lampung Selatan akan punya prestasi yang membanggakan,\u201d katanya. Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lampung Selatan, Rohadian berharap dukungan pemerintah terkait program Smart Village tersebut. Dia menargetkan ke depan pihaknya akan mengembangkan Program Smart Village tersebut di 256 desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12020,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-12018","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12018"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12018\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}