{"id":11788,"date":"2021-02-05T21:55:18","date_gmt":"2021-02-05T14:55:18","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=11788"},"modified":"2021-02-05T21:55:18","modified_gmt":"2021-02-05T14:55:18","slug":"lamsel-dinilai-paling-inovatif-dalam-aksi-penurunan-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/02\/05\/lamsel-dinilai-paling-inovatif-dalam-aksi-penurunan-stunting\/","title":{"rendered":"Lamsel Dinilai Paling Inovatif dalam Aksi Penurunan Stunting"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Kabupaten Lampung Selatan mendapat penghargaan sebagai kabupaten paling inovatif dan replikatif dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting untuk Kategori Kinerja Kabupaten\/Kota Tahun 2020 dari Pemerintah Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Penghargaan ini diraih sebab Kabupaten Lampung Selatan yang pernah menjadi kabupaten tertinggi kasus stunting pada 2013 yang mencapai 43,01% kala itu (Berdasar data Riskesdes Kementerian Kesehatan) sehingga menjadi kabupaten prioritas penanganan stunting.<\/p>\n<p>Namun, berkat komitmen pemerintah daerah serta peran duta swasembada gizi \u00a0dan gotong-royong semua pihak, angka prevelensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan pada 2019 menjadi 5,64%.<\/p>\n<div id=\"attachment_11789\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-11789\" class=\"wp-image-11789\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/winarni-200x112.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"338\" \/><p id=\"caption-attachment-11789\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>HJ. WINARNI<\/strong> Nanang Ermanto saat menjadi narasumber dalam acara Pelatihan Program Aksi Konvergensi Penurunan Stunting yang secara virtual.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto saat menjadi narasumber dalam acara Pelatihan Program Aksi Konvergensi Penurunan Stunting yang secara virtual, dari Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (5\/2\/2021).<\/p>\n<p>Kegiatan yang diiniasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diikuti 88 peserta dari kabupaten\/kota se-Sumatera Bagian Selatan.<\/p>\n<p>\u201cDengan motto Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting, kami mendorong peningkatan kualitas pelayanan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam pemenuhan gizi secara mandiri dan berkelanjutan. Kami mengajak seluruh OPD dan stakeholder di Lampung Selatan membantu kelancaran program ini,\u201d ucap Winarni.<\/p>\n<p>Winarni juga menyampaikan Lampung Selatan telah meraih beberapa penghargaan dari Pemerintah Provinsi Lampung terkait stunting, sebagai bukti pemerintah daerah serius dalam menuntaskan angka prevelensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-11790\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/winarni-1-200x112.jpeg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<p>\u201cDalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Selatan mendapat Peringkat Kinerja Terbaik 1 pada aksi 5-8 tahun 2019. Kemudian Peringkat Kinerja Terbaik 1 pada aksi 1-4 Tahun 2020,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dia berpesan agar seluruh peserta selalu mawas diri serta mempersiapkan dan memberikan generasi unggul bebas stunting untuk kabupaten\/kota dan negara Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKita semua bertanggung jawab terhadap kualitas SDM\u00a0 dan generasi masa depan bangsa,\u201d kata Winarni dalam acara yang dipandu Tim Leader LGCB ASR Regional II, Ditjen Bangda Kemendagri Imam Almutaqin, dan dimoderatori Dewi dari Regional 2. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Kabupaten Lampung Selatan mendapat penghargaan sebagai kabupaten paling inovatif dan replikatif dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting untuk Kategori Kinerja Kabupaten\/Kota Tahun 2020 dari Pemerintah Provinsi Lampung. Penghargaan ini diraih sebab Kabupaten Lampung Selatan yang pernah menjadi kabupaten tertinggi kasus stunting pada 2013 yang mencapai 43,01% kala itu (Berdasar data Riskesdes Kementerian Kesehatan) sehingga menjadi kabupaten prioritas penanganan stunting. Namun, berkat komitmen pemerintah daerah serta peran duta swasembada gizi \u00a0dan gotong-royong semua pihak, angka prevelensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan pada 2019 menjadi 5,64%. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto saat menjadi narasumber dalam acara Pelatihan Program Aksi Konvergensi Penurunan Stunting yang secara virtual, dari Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (5\/2\/2021). Kegiatan yang diiniasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diikuti 88 peserta dari kabupaten\/kota se-Sumatera Bagian Selatan. \u201cDengan motto Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting, kami mendorong peningkatan kualitas pelayanan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam pemenuhan gizi secara mandiri dan berkelanjutan. Kami mengajak seluruh OPD dan stakeholder di Lampung Selatan membantu kelancaran program ini,\u201d ucap Winarni. Winarni juga menyampaikan Lampung Selatan telah meraih beberapa penghargaan dari Pemerintah Provinsi Lampung terkait stunting, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11791,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-11788","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11788"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11788\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}