{"id":11537,"date":"2021-01-26T15:31:22","date_gmt":"2021-01-26T08:31:22","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=11537"},"modified":"2021-01-26T15:31:22","modified_gmt":"2021-01-26T08:31:22","slug":"yakin-aman-dendi-orang-pertama-yang-disuntik-vaksin-di-pesawaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/01\/26\/yakin-aman-dendi-orang-pertama-yang-disuntik-vaksin-di-pesawaran\/","title":{"rendered":"Yakin Aman, Dendi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin di Pesawaran"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona menjadi orang pertama di Kabupaten Pesawaran yang disuntik vaksin, Selasa (26\/1\/2021). Dia mengaku tidak merasakan efek apapun karena yakin dengan vaksin tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada efek, kita relaks dan yakin vaksin ini benar telah diuji oleh pemerintah,&#8221; ujar Dendi usai disuntik vaksin bersama Forkopimda Kabupaten Pesawaran, Selasa (26\/1\/2021).<\/p>\n<p>Dendi juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan Vaksin Covid-19 sebagai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran wabah Corona.<\/p>\n<div id=\"attachment_11538\" style=\"width: 410px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-11538\" class=\"wp-image-11538\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/IMG_20210126_152355-200x112.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"278\" \/><p id=\"caption-attachment-11538\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>BUPATI<\/strong> Dendi Ramadhona menjadi orang pertama yang disuntik vaksin di Kabupaten Pesawaran.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Selanjutnya Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan meskipun nanti telah divaksin.<\/p>\n<p>&#8220;Orang yang sudah divaksin harus tetap menerapkan protokol kesehatan, karena itu yang utama,&#8221; kata Dendi.<\/p>\n<p>Selain itu, Dendi juga meminta masyarakat yang belum mendapat giliran divaksin untuk bersabar, karena saat ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk sementara ini kita prioritaskan dulu tenaga kesehatan. Jadi masyarakat dimohon bersabar,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut dia mengatakan walaupun ketersediaan vaksin di Pesawaran belum merata, dia mengimbau masyarakat untuk menggalakkan kampanye penggunaan vaksin.<\/p>\n<p>&#8220;Ayo divaksin sebagai salah satu solusi terbaik memutus mata rantai penyebaran Covid-19, jangan termakan berita hoaks. Vaksin ini dijamin pemerintah dan sudah ditetapkan halal oleh MUI,&#8221; pungkasnya. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona menjadi orang pertama di Kabupaten Pesawaran yang disuntik vaksin, Selasa (26\/1\/2021). Dia mengaku tidak merasakan efek apapun karena yakin dengan vaksin tersebut. &#8220;Tidak ada efek, kita relaks dan yakin vaksin ini benar telah diuji oleh pemerintah,&#8221; ujar Dendi usai disuntik vaksin bersama Forkopimda Kabupaten Pesawaran, Selasa (26\/1\/2021). Dendi juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan Vaksin Covid-19 sebagai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran wabah Corona. Selanjutnya Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan meskipun nanti telah divaksin. &#8220;Orang yang sudah divaksin harus tetap menerapkan protokol kesehatan, karena itu yang utama,&#8221; kata Dendi. Selain itu, Dendi juga meminta masyarakat yang belum mendapat giliran divaksin untuk bersabar, karena saat ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. &#8220;Untuk sementara ini kita prioritaskan dulu tenaga kesehatan. Jadi masyarakat dimohon bersabar,&#8221; ucapnya. Lebih lanjut dia mengatakan walaupun ketersediaan vaksin di Pesawaran belum merata, dia mengimbau masyarakat untuk menggalakkan kampanye penggunaan vaksin. &#8220;Ayo divaksin sebagai salah satu solusi terbaik memutus mata rantai penyebaran Covid-19, jangan termakan berita hoaks. Vaksin ini dijamin pemerintah dan sudah ditetapkan halal oleh MUI,&#8221; pungkasnya. (red)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11539,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-11537","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11537"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11537\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}