{"id":11405,"date":"2021-01-18T19:26:24","date_gmt":"2021-01-18T12:26:24","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=11405"},"modified":"2021-01-18T19:26:24","modified_gmt":"2021-01-18T12:26:24","slug":"hari-pertama-pkl-di-ko-wappi-mahasiswa-uin-raden-intan-belajar-jurnalistik-dasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/01\/18\/hari-pertama-pkl-di-ko-wappi-mahasiswa-uin-raden-intan-belajar-jurnalistik-dasar\/","title":{"rendered":"Hari Pertama PKL di KO-WAPPI, Mahasiswa UIN Raden Intan Belajar Jurnalistik Dasar"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Hari pertama Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kantor DPD KO-WAPPI Pesawaran, Senin (18\/1\/2021), mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) mendapat pembekalan materi dasar peliputan dan penulisan berita.<\/p>\n<p>Materi peliputan dan penulisan berita ini disampaikan Sekretaris DPD KO-WAPPI Anton Kurniawan, M.M. bersama Divisi Humas Dan Pemberitaan Magel Hen dan Suryanto, S.Kom.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam penulisan berita, selain harus memenuhi unsur 5W + 1, juga harus berpedoman pada kaidah dan logika bahasa,&#8221; jelas Anton<\/p>\n<p>Selain itu, Anton juga menyampaikan saat melakukan peliputan seorang jurnalis harus bisa memahami situasi dan mampu merangkum dengan cepat suatu peristiwa dan menuliskannya secara jelas dan berkualitas.<\/p>\n<p>&#8220;Saat melaliput even atau peristiwa kita harus sudah tahu tujuan dan memahami apa yang akan menjadi objek berita sehingga waktu yang diperlukan di lokasi lebih efisien,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Magel Hen menjelaskan melakukan peliputan seorang jurnalis harus mampu menganalisa informasi sebanyak mungkin.<\/p>\n<p>&#8220;Saat di lapangan, wartawan harus bisa mencermati secara seksama kemudian merangkum dan mencatat informasi sebanyak-banyaknya sehingga memudahkan ketika akan memilah bahan berita,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung ini akan melakukan praktek kerja lapangan selama 40 hari di Kantor DPD Komite Wartawan Pelacak Profesional Indonesia (KO-WAPPI) Kabupaten Pesawaran. (Sulaiman)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Hari pertama Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kantor DPD KO-WAPPI Pesawaran, Senin (18\/1\/2021), mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) mendapat pembekalan materi dasar peliputan dan penulisan berita. Materi peliputan dan penulisan berita ini disampaikan Sekretaris DPD KO-WAPPI Anton Kurniawan, M.M. bersama Divisi Humas Dan Pemberitaan Magel Hen dan Suryanto, S.Kom. &#8220;Dalam penulisan berita, selain harus memenuhi unsur 5W + 1, juga harus berpedoman pada kaidah dan logika bahasa,&#8221; jelas Anton Selain itu, Anton juga menyampaikan saat melakukan peliputan seorang jurnalis harus bisa memahami situasi dan mampu merangkum dengan cepat suatu peristiwa dan menuliskannya secara jelas dan berkualitas. &#8220;Saat melaliput even atau peristiwa kita harus sudah tahu tujuan dan memahami apa yang akan menjadi objek berita sehingga waktu yang diperlukan di lokasi lebih efisien,&#8221; ujarnya. Sementara itu, Magel Hen menjelaskan melakukan peliputan seorang jurnalis harus mampu menganalisa informasi sebanyak mungkin. &#8220;Saat di lapangan, wartawan harus bisa mencermati secara seksama kemudian merangkum dan mencatat informasi sebanyak-banyaknya sehingga memudahkan ketika akan memilah bahan berita,&#8221; ungkapnya. Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung ini akan melakukan praktek kerja lapangan selama 40 hari di Kantor DPD Komite Wartawan Pelacak Profesional Indonesia (KO-WAPPI) Kabupaten Pesawaran. (Sulaiman)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11406,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-11405","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11405"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11405\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}