{"id":11382,"date":"2021-01-17T20:47:17","date_gmt":"2021-01-17T13:47:17","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=11382"},"modified":"2021-01-17T20:47:17","modified_gmt":"2021-01-17T13:47:17","slug":"warga-perumahan-bukit-barisan-keluhkan-akses-jalan-masuk-yang-kunjung-diaspal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2021\/01\/17\/warga-perumahan-bukit-barisan-keluhkan-akses-jalan-masuk-yang-kunjung-diaspal\/","title":{"rendered":"Warga Perumahan Bukit Barisan Keluhkan Akses Jalan Masuk yang Kunjung Diaspal"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Warga Perumahan Bukit Barisan, Jalan Yusuf II Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran mengeluhkan akses jalan masuk ke perumahan tersebut yang tak kunjung diaspal.<\/p>\n<p>Deri ( 35) salah satu warga, kepada wartawan mengungkapkan sejak awal dibangun jalan masuk perumahan tersebut memang belum diaspal.<\/p>\n<p>&#8220;Dari pertama perumahan ini dibangun memang jalan masuk belum diaspal, hanya sekadarnya dicor warga perumahan dengan biaya swadaya,&#8221; kata Deri.<\/p>\n<div id=\"attachment_11386\" style=\"width: 510px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-11386\" class=\"wp-image-11386\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/IMG-20210117-WA0045-200x112.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"341\" \/><p id=\"caption-attachment-11386\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>JALAN<\/strong> Masuk Perumahan Bukit Barisan di Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan tak pernah diaspal sejak awal perumahan itu dibangun.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Ungkapan sama juga diutarakan warga lainnya, Piyan (33). Menurut Piyan, kondisi jalan yang berbatu terjal mengakibatkan pengendara kendaraan roda dua sering mengalami kecelakaan.<\/p>\n<p>&#8220;Jalannya kan pas di tanjakan itu berbatu, jadi susah apalagi yang dari dalam mau ke luar harus melalui tanjakan itu. Sering ibu- ibu jatuh dari motor saat lewat di situ, apalagi kalau hujan karena jalannya licin,&#8221; ungkapnya<\/p>\n<p>Ucapan senada juga disampaikan Yanto (43), juga warga perumahan tersebut. Yanto juga mengatakan kondisi talud jalan di dalam perumahan yang nyaris amblas sehingga membuat warga khawatir.<\/p>\n<p>&#8220;Depan rumah saya itu di Blok A, taludnya sudah mulai amblas. Kalau tidak segera diperbaiki, rumah-rumaj yang dekat situ bisa tergerus juga pondasinya,&#8221; katanya. (Doni)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Warga Perumahan Bukit Barisan, Jalan Yusuf II Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran mengeluhkan akses jalan masuk ke perumahan tersebut yang tak kunjung diaspal. Deri ( 35) salah satu warga, kepada wartawan mengungkapkan sejak awal dibangun jalan masuk perumahan tersebut memang belum diaspal. &#8220;Dari pertama perumahan ini dibangun memang jalan masuk belum diaspal, hanya sekadarnya dicor warga perumahan dengan biaya swadaya,&#8221; kata Deri. Ungkapan sama juga diutarakan warga lainnya, Piyan (33). Menurut Piyan, kondisi jalan yang berbatu terjal mengakibatkan pengendara kendaraan roda dua sering mengalami kecelakaan. &#8220;Jalannya kan pas di tanjakan itu berbatu, jadi susah apalagi yang dari dalam mau ke luar harus melalui tanjakan itu. Sering ibu- ibu jatuh dari motor saat lewat di situ, apalagi kalau hujan karena jalannya licin,&#8221; ungkapnya Ucapan senada juga disampaikan Yanto (43), juga warga perumahan tersebut. Yanto juga mengatakan kondisi talud jalan di dalam perumahan yang nyaris amblas sehingga membuat warga khawatir. &#8220;Depan rumah saya itu di Blok A, taludnya sudah mulai amblas. Kalau tidak segera diperbaiki, rumah-rumaj yang dekat situ bisa tergerus juga pondasinya,&#8221; katanya. (Doni)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11383,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-11382","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-layanan-masyarakat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11382","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11382"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11382\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11382"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11382"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11382"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}