{"id":10873,"date":"2020-12-20T08:47:05","date_gmt":"2020-12-20T01:47:05","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=10873"},"modified":"2020-12-20T08:47:05","modified_gmt":"2020-12-20T01:47:05","slug":"peduli-dzili-ukmf-kss-fkip-unila-gelar-aksi-galang-dana-di-pantai-sebalang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/12\/20\/peduli-dzili-ukmf-kss-fkip-unila-gelar-aksi-galang-dana-di-pantai-sebalang\/","title":{"rendered":"Peduli Dzili, UKMF KSS FKIP Unila Gelar Aksi Galang Dana di Pantai Sebalang"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Kelompok Studi Seni (UKMF KSS) FKIP Unila melakukan aksi penggalangan dana untuk Muhammad Syadzili Meyzar Ibrahim di Pantai Sebalang Lampung Selatan, Sabtu (19\/12\/2020) malam.<\/p>\n<p>Koordinator Aksi sekaligus Ketua UKMF KSS FKIP Unila Fita Ningtia mengatakan aksi galang dana ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian UKMF KSS terhadap Muhammad Syadzili Meyzar Ibrahim (8 bln), bayi malang pasangan Yulizar Fadly dan Meutia Rachmatia asal Kotabumi, Lampung Utara yang mengalami kelainan hati dan limfa (Atresia Bilier) dan harus menjalani operasi cangkok hati.<\/p>\n<p>&#8220;Aksi penggalangan dana ini adalah bentuk dukungan dan kepedulian keluarga besar UKMF KSS Unila kepada adek Dzili yang akan menjalani operasi cangkok hati. Nantinya adek Dzili akan operasi cangkok hati dari ayahnya Yulizar Fadli,&#8221; ujar Fita.<\/p>\n<p>Dia juga menyampaikan aksi penggalangan dana ini melibatkan pengurus, anggota dan alumni UKMF KSS Unila.<\/p>\n<p>&#8220;Seluruh keluarga besar KSS terlibat dalam aksi penggalangan dana untuk adek Dzili, baik di aksi kali ini atau aksi penggalangan dan yang lain,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, salah satu alumni UKMF KSS Unila Ahmad Thohamudin, S.Pd. yang turut serta dalam aksi penggalangan dana ini, mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mendukung kesembuhan Muhammad Syadzili Meyzar Ibrahim yang sedang berjuang menunggu operasi cangkok hati.<\/p>\n<p>&#8220;Aksi ini adalah bentuk dukungan keluarga besar UKMF KSS FKIP Unila untuk adek Dzili. Keluarga besar KSS juga mendoakan semoga dia segera sehat dan kembali ceria,&#8221; ujar pengusaha biro perjalanan wisata ini. (Sulaiman)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Kelompok Studi Seni (UKMF KSS) FKIP Unila melakukan aksi penggalangan dana untuk Muhammad Syadzili Meyzar Ibrahim di Pantai Sebalang Lampung Selatan, Sabtu (19\/12\/2020) malam. Koordinator Aksi sekaligus Ketua UKMF KSS FKIP Unila Fita Ningtia mengatakan aksi galang dana ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian UKMF KSS terhadap Muhammad Syadzili Meyzar Ibrahim (8 bln), bayi malang pasangan Yulizar Fadly dan Meutia Rachmatia asal Kotabumi, Lampung Utara yang mengalami kelainan hati dan limfa (Atresia Bilier) dan harus menjalani operasi cangkok hati. &#8220;Aksi penggalangan dana ini adalah bentuk dukungan dan kepedulian keluarga besar UKMF KSS Unila kepada adek Dzili yang akan menjalani operasi cangkok hati. Nantinya adek Dzili akan operasi cangkok hati dari ayahnya Yulizar Fadli,&#8221; ujar Fita. Dia juga menyampaikan aksi penggalangan dana ini melibatkan pengurus, anggota dan alumni UKMF KSS Unila. &#8220;Seluruh keluarga besar KSS terlibat dalam aksi penggalangan dana untuk adek Dzili, baik di aksi kali ini atau aksi penggalangan dan yang lain,&#8221; ujarnya. Sementara itu, salah satu alumni UKMF KSS Unila Ahmad Thohamudin, S.Pd. yang turut serta dalam aksi penggalangan dana ini, mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mendukung kesembuhan Muhammad Syadzili Meyzar Ibrahim yang sedang berjuang menunggu operasi cangkok hati. &#8220;Aksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10876,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-10873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-humaniora"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10873"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10873\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}