{"id":10391,"date":"2020-11-26T07:40:36","date_gmt":"2020-11-26T00:40:36","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=10391"},"modified":"2020-11-26T07:40:36","modified_gmt":"2020-11-26T00:40:36","slug":"merasa-tak-diacuhkan-korban-lakalantas-laporkan-bidan-desa-ke-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/11\/26\/merasa-tak-diacuhkan-korban-lakalantas-laporkan-bidan-desa-ke-polisi\/","title":{"rendered":"Merasa Tak Diacuhkan, Korban Lakalantas Laporkan Bidan Desa ke Polisi"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Korban kecelakaan lalu lintas Neti Natalia (33) warga Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan melaporkan seorang bidan klinik di Desa Marga Punduh Jumiarti Usman ke Unit Lakalantas Polres Pesawaran, Rabu (25\/11\/2020), karena merasa\u00a0diabaikan atas musibah kecelakaan yang menimpanya.<\/p>\n<p>Kepada wartawan, Neti menceritakan peristiwa kecelakaan yang dialaminya terjadi pada 28 Oktober lalu, di jalan Way Ratai, Simpang Mutun, yang melibatkan kendaraan roda dua miliknya dengan mobil milik terlapor.<\/p>\n<p>\u201dKejadiannya sebulan lalu Mas, motor saya diserempet mobilnya Ibu Jumiarti sehingga pipi, tangan dan kaki saya luka dan sampe sekarang masih memar,\u201d ujar Neti.<\/p>\n<p>Dia menambahkan merasa kecewa dengan pelaku yang seperti tidak merasa bersalah atas musibah yang dialaminya sehingga ia memutuskan melapor ke polisi.<\/p>\n<p>\u201dPelaku ini tidak ada itikad baik makanya saya lapor ke polisi. Saya sudah beri jalan agar masalah ini selesai secara kekeluargaan tapi kesannya dia menganggap sepele musibah saya, padahal mata saya hampir buta dan kaki saya sampe sekarang belum sembuh betul,\u201d jelas nya.<\/p>\n<p>Menurut Neti, dia sudah meminta pelaku menemuinya dengan melibatkan kepala desa namun hingga kini pelaku tidak pernah datang menemuinya.<\/p>\n<p>\u201dSaya udah sering WA dia (pelaku), malahan kepala desa juga udah menengahi tapi dia tidak menggubris malah terkesan nganggap musibah saya ini biasa aja,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu saat menerima laporan terkait peristiwa ini, Kanit Lakalantas Polres Pesawaran Ipda M. Hidayat mengatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut.<\/p>\n<p>\u201dLaporan sudah kami terima dan segera akan kita tindak lanjuti, setelah ini akan kita periksa saksi-saksi,\u201d tegas Kanit. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Korban kecelakaan lalu lintas Neti Natalia (33) warga Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan melaporkan seorang bidan klinik di Desa Marga Punduh Jumiarti Usman ke Unit Lakalantas Polres Pesawaran, Rabu (25\/11\/2020), karena merasa\u00a0diabaikan atas musibah kecelakaan yang menimpanya. Kepada wartawan, Neti menceritakan peristiwa kecelakaan yang dialaminya terjadi pada 28 Oktober lalu, di jalan Way Ratai, Simpang Mutun, yang melibatkan kendaraan roda dua miliknya dengan mobil milik terlapor. \u201dKejadiannya sebulan lalu Mas, motor saya diserempet mobilnya Ibu Jumiarti sehingga pipi, tangan dan kaki saya luka dan sampe sekarang masih memar,\u201d ujar Neti. Dia menambahkan merasa kecewa dengan pelaku yang seperti tidak merasa bersalah atas musibah yang dialaminya sehingga ia memutuskan melapor ke polisi. \u201dPelaku ini tidak ada itikad baik makanya saya lapor ke polisi. Saya sudah beri jalan agar masalah ini selesai secara kekeluargaan tapi kesannya dia menganggap sepele musibah saya, padahal mata saya hampir buta dan kaki saya sampe sekarang belum sembuh betul,\u201d jelas nya. Menurut Neti, dia sudah meminta pelaku menemuinya dengan melibatkan kepala desa namun hingga kini pelaku tidak pernah datang menemuinya. \u201dSaya udah sering WA dia (pelaku), malahan kepala desa juga udah menengahi tapi dia tidak menggubris malah terkesan nganggap musibah saya ini biasa aja,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10392,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-10391","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-dan-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10391"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10391\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}