{"id":10245,"date":"2020-11-18T14:08:35","date_gmt":"2020-11-18T07:08:35","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=10245"},"modified":"2020-11-18T14:08:35","modified_gmt":"2020-11-18T07:08:35","slug":"pemkab-lamsel-bersama-polres-dan-kodim-gelar-apel-siaga-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/11\/18\/pemkab-lamsel-bersama-polres-dan-kodim-gelar-apel-siaga-bencana\/","title":{"rendered":"Pemkab Lamsel Bersama Polres dan Kodim Gelar Apel Siaga Bencana"},"content":{"rendered":"<p><strong>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id):<\/strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama Polres dan Kodim 0421\/LS menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2020 di Lapangan Korpri Pemkab setempat, Rabu (18\/11\/2020).<\/p>\n<p>Selain TNI-Polri, apel juga diikuti jajaran personel Basarnas Provinsi Lampung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pol PP dan Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, PMI, RAPI, Senkom, Pramuka dan sejumlah organisasi lainnya.<\/p>\n<p>Dalam amanatnya Pjs. Bupati Lampung Selatan Drs. H. Sulpakar, M.M. mengatakan Apel Siaga Penanggulangan Bencana Alam tersebut adalah bentuk kesiapsiagaan serta kewaspadaan dalam menghadapi bencana.<\/p>\n<p>\u201cSebab bencana alam bisa datang kapan saja di tengah pandemi COVID-19 ini, apalagi saat ini kita sedang menghadapi musim hujan,\u201d ujar Sulpakar.<\/p>\n<div id=\"attachment_10246\" style=\"width: 410px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-10246\" class=\"wp-image-10246\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/IMG-20201118-WA0137-200x112.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"239\" \/><p id=\"caption-attachment-10246\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>Pjs. BUPATI<\/strong> Lampung Selatan saat memeriksa personel dan perlengkapan penanggulangan bencana, kesiapsiagaan penanggulangan bencana.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Sulpakar menambahkan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pusat telah memperkirakan Oktober sampai Desember Tahun 2020 akan terjadi fenomena alam\u00a0La Nina\u00a0yang akan melewati Indonesia.<\/p>\n<p>Ia menyampaikan terjadinya fenomena alam\u00a0La Nina\u00a0ini dipicu suhu air laut di pasifik bagian timur lebih dingin dari biasanya, sehingga di bagian barat pasifik mengalami peningkatan intensitas hujan dan bagian timur pasifik mengalami pengurangan intensitas hujan.<\/p>\n<p>\u201cSelain intensitas hujan yang tinggi, kemunculan\u00a0La Nina\u00a0ini juga disertai hembusan angin yang sangat kencang. Kita semua berharap prediksi tentang fenomena alam\u00a0La Nina\u00a0ini tidak terjadi di negara kita,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, lanjut Sulpakar, semua pihak harus tetap mewaspadai kemunculan\u00a0La Nina, karena selain La Nina masih banyak bencana alam yang disebabkan oleh air (hidrometeorologi) seperti banjir dan tanah longsor, yang puncaknya akan terjadi pada November hingga Desember 2020 ini.<\/p>\n<p>\u201cSelain itu, kita juga harus mewaspadai jika terjadi kembali erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang dua tahun lalu menyebabkan tsunami di Selat Sunda,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Sulpakar mengatakan untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana alam, ada beberapa hal yang harus dilakukan.<\/p>\n<p>Pertama mulai dari mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), peralatan dan tata kelola manajemen kebencanaan yang bertujuan mengurangi resiko bencana.<\/p>\n<p>\u201cKita harus dapat merespon dengan cepat dan sigap jika terjadi bencana di daerah kita. Pemerintah Daerah, TNI-Polri, dan instansi terkait lainnya serta seluruh elemen masyarakat harus bersinergi dan bekerja sama dalam penanggulangan bencana alam,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Sulpakar juga mengingatkan semua pihak harus serius dalam penanganan bencana non alam, COVID-19.<\/p>\n<p>\u201cSudah banyak jatuh korban akibat wabah virus ini. Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada kita semua agar selalu mematuhi protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan setiap dan setelah beraktivitas di luar rumah,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan ini, Pjs. Bupati Sulpakar bersama anggota Forkopimda mengecek personel dan peralatan yang digunakan untuk penanganan bencana alam untuk memastikan semua dalam keadaan siap pakai.<\/p>\n<p>&#8220;Seperti alat yang digunakan untuk menangani kebencanaan laut, banjir, tanah longsor, dan kendaraan pengangkut serta ambulans milik Dinas Kesehatan, Polri dan lainnya,&#8221; ujar Sulpakar. (az\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama Polres dan Kodim 0421\/LS menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2020 di Lapangan Korpri Pemkab setempat, Rabu (18\/11\/2020). Selain TNI-Polri, apel juga diikuti jajaran personel Basarnas Provinsi Lampung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pol PP dan Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, PMI, RAPI, Senkom, Pramuka dan sejumlah organisasi lainnya. Dalam amanatnya Pjs. Bupati Lampung Selatan Drs. H. Sulpakar, M.M. mengatakan Apel Siaga Penanggulangan Bencana Alam tersebut adalah bentuk kesiapsiagaan serta kewaspadaan dalam menghadapi bencana. \u201cSebab bencana alam bisa datang kapan saja di tengah pandemi COVID-19 ini, apalagi saat ini kita sedang menghadapi musim hujan,\u201d ujar Sulpakar. Sulpakar menambahkan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pusat telah memperkirakan Oktober sampai Desember Tahun 2020 akan terjadi fenomena alam\u00a0La Nina\u00a0yang akan melewati Indonesia. Ia menyampaikan terjadinya fenomena alam\u00a0La Nina\u00a0ini dipicu suhu air laut di pasifik bagian timur lebih dingin dari biasanya, sehingga di bagian barat pasifik mengalami peningkatan intensitas hujan dan bagian timur pasifik mengalami pengurangan intensitas hujan. \u201cSelain intensitas hujan yang tinggi, kemunculan\u00a0La Nina\u00a0ini juga disertai hembusan angin yang sangat kencang. Kita semua berharap prediksi tentang fenomena alam\u00a0La Nina\u00a0ini tidak terjadi di negara kita,\u201d katanya. Meskipun demikian, lanjut Sulpakar, semua pihak harus tetap mewaspadai kemunculan\u00a0La Nina, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10247,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-10245","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10245","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10245"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10245\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10245"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10245"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10245"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}