{"id":10190,"date":"2020-11-16T12:10:31","date_gmt":"2020-11-16T05:10:31","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=10190"},"modified":"2020-11-16T12:10:31","modified_gmt":"2020-11-16T05:10:31","slug":"inilah-pemenang-sayembara-logo-hari-guru-nasional-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/11\/16\/inilah-pemenang-sayembara-logo-hari-guru-nasional-2020\/","title":{"rendered":"Inilah Pemenang Sayembara Logo Hari Guru Nasional 2020"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA (lampungbarometer.id)<\/strong>: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengapresiasi masukan berbagai pihak mengenai sayembara logo Hari Guru Nasional (HGN) 2020.<\/p>\n<p>Dengan mengedepankan prinsip\u00a0 transparansi, independensi, akuntabilitas, dan orisinalitas dalam proses penjurian, dengan ini panitia mengumumkan pemenang Sayembara Logo HGN 2020 adalah Teguh Prasongko E. dari Provinsi DKI Jakarta.<\/p>\n<p><strong>Makna Logo<\/strong><\/p>\n<p>Seperti dikutip dari situs resmi Kemdikbud www.kemdikbud.go.id dituliskan logo menggambarkan semangat belajar yang tetap menyala di tengah kondisi pandemik saat ini. Elemen-elemen desain yang terdiri dari figur Pak Guru, Ibu Guru, serta siswa dan siswi yang digambarkan sedang memakai masker, tampak dinamis dan ceria dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).<\/p>\n<p>Pemanfaatan teknologi digambarkan dengan simbol-simbol\u00a0wi-fi, laptop, telepon selular, serta aplikasi telekonferensi, yang memiliki relevansi kuat dengan kondisi aktual saat ini sebagai alat penunjang kegiatan belajar mengajar.<\/p>\n<p>Sementara bentuk hati, menggambarkan seluruh komponen pendidikan mulai dari guru, murid, hingga orang tua, yang bersinergi menciptakan semangat belajar yang merdeka dan penuh cinta guna memberikan hasil yang terbaik untuk dunia pendidikan di Indonesia.<\/p>\n<p>Selain sang juara, empat peserta yang mendapatkan apresiasi dalam Sayembara Logo HGN 2020 adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p>1. Asep Wawan Suwandana (Jawa Barat)<br \/>\n2. Ramandhika Septa Yoga (Jawa Timur)<br \/>\n3. Reni Nur Safitri (Bengkulu)<br \/>\n4. Syamsul Fajri (Sulawesi Selatan). (red)<\/p>\n<p><em>Sumber: kemdikbud.go.id<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA (lampungbarometer.id): Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengapresiasi masukan berbagai pihak mengenai sayembara logo Hari Guru Nasional (HGN) 2020. Dengan mengedepankan prinsip\u00a0 transparansi, independensi, akuntabilitas, dan orisinalitas dalam proses penjurian, dengan ini panitia mengumumkan pemenang Sayembara Logo HGN 2020 adalah Teguh Prasongko E. dari Provinsi DKI Jakarta. Makna Logo Seperti dikutip dari situs resmi Kemdikbud www.kemdikbud.go.id dituliskan logo menggambarkan semangat belajar yang tetap menyala di tengah kondisi pandemik saat ini. Elemen-elemen desain yang terdiri dari figur Pak Guru, Ibu Guru, serta siswa dan siswi yang digambarkan sedang memakai masker, tampak dinamis dan ceria dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pemanfaatan teknologi digambarkan dengan simbol-simbol\u00a0wi-fi, laptop, telepon selular, serta aplikasi telekonferensi, yang memiliki relevansi kuat dengan kondisi aktual saat ini sebagai alat penunjang kegiatan belajar mengajar. Sementara bentuk hati, menggambarkan seluruh komponen pendidikan mulai dari guru, murid, hingga orang tua, yang bersinergi menciptakan semangat belajar yang merdeka dan penuh cinta guna memberikan hasil yang terbaik untuk dunia pendidikan di Indonesia. Selain sang juara, empat peserta yang mendapatkan apresiasi dalam Sayembara Logo HGN 2020 adalah sebagai berikut: 1. Asep Wawan Suwandana (Jawa Barat) 2. Ramandhika Septa Yoga (Jawa Timur) 3. Reni Nur Safitri (Bengkulu) 4. Syamsul Fajri (Sulawesi Selatan). (red) Sumber: kemdikbud.go.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10191,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-10190","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10190"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10190\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}