Nasional

Tragis, Ketua OSIS Tewas Kesetrum di Kolam Sekolah Usai Diceburkan Teman Saat Rayakan Ultah

367
×

Tragis, Ketua OSIS Tewas Kesetrum di Kolam Sekolah Usai Diceburkan Teman Saat Rayakan Ultah

Sebarkan artikel ini

Klaten (LB): Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, Klaten, Jawa Tengah Fajar Nugroho (18) meninggal dunia setelah tersetrum listrik usai diceburkan ke kolam oleh teman-temannya saat perayaan ulang tahunnya ke-18 pada Senin (8/7/2024), Pukul 13.59 WIB.

Peristiwa bermula saat korban dan teman-temannya mengadakan rapat membagi tugas dalam mencari sponsor untuk lomba pengembangan prestasi dan minat bakat siswa yang akan digelar pada Kamis, 25 Juni mendatang.

Setelah pertemuan selesai, seorang temannya yang mengetahui korban hari itu berulang tahun berinisiatif membuat kejutan dengan menaburi tepung dan menceburkannya ke kolam sekolah.

“Pembagian tugas dari jam 9 sampai Dzuhur kemudian temannya ada yang tahu korban ulang tahun, kemudian korban disiram tepung oleh temannya. Saat dia dari kamar mandi langsung dibopong teman-temannya terus diceburkan ke kolam sekolah,” ujar Kapolsek Cawas AKP Umar Mustofa, Selasa (9/7/2024).

Nahas, saat berusaha keluar dari kolam, kaki korban menginjak kabel listrik yang tergeletak di sekitar kolam sehingga korban tersengat listrik dan tidak sadarkan diri. Mengetahui korban tidak sadarkan diri, teman-temannya panik dan berusaha memberi pertolongan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Selain itu, seorang siswa lainnya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas saat mencoba menolong korban di kolam.

“Lalu di kolam FN sempat mau berusaha untuk mentas (naik) kemudian nginjak setrum itu. Katanya dia merasa kram, padahal kesetrum. Tahunya setrum, temannya turun ke kolam untuk nolong awalnya satu, terus dua tiga orang nyemplung (kolam). Yang satu kesetrum juga tapi bisa gerak,” ungkap Kapolsek.

Korban telah dimakamkan pada hari ini, Selasa (9/7/2024). Menurut Umar, keluarga korban tidak berniat melapor ke polisi terkait kejadian tragis yang menimpa putra mereka, dan menganggap hal tersebut sebagai musibah.

“Kita sudah klarifikasi ke beberapa saksi yang ada dan juga salah satu teman korban yang menolong dan saat ini masih di RS. Kami minta keterangan, orang tua kandungnya tidak membuat laporan dengan meninggalnya korban dianggap musibah,” kata AKP umar Mustofa.

“Kami juga nggak bisa lanjutkan karena keluarga korban menerima, kepala desa juga di sini. Keluarga di sini membuat pernyataan, pada intinya tidak mau melanjutkan proses tersebut dan dianggap musibah,” pungkasnya. (*/Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *