Info UnilaSeni Budaya

Saat Janda Kembang Kepincut Bos Rentenir: Malam Ini KSS FKIP Unila Pentas Teater Berbahasa Lampung ‘Nayah Ghasan’

674
×

Saat Janda Kembang Kepincut Bos Rentenir: Malam Ini KSS FKIP Unila Pentas Teater Berbahasa Lampung ‘Nayah Ghasan’

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Kelompok Studi Seni (UKMF KSS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung malam ini akan mementaskan sebuah Naskah Teater Berbahasa Lampung “Nayah Ghasan” yang diadaptasi dari Lakon “Penagih Hutang” Karya Anton P. Chekov yang disutradarai Ayu Paramita.

Saat dihubungi lampungbarometer.id, Jumat (14/6/2024), pengamat proses latihan, Ahmad Tohamudin, memberi bocoran naskah ini mengangkat tema tentang kemunafikan yang kerap dipertontonkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dikisahkan Ibu Ratu yang diperankan Kouri Asyiah yang ditinggal mati suaminya Adin Pangeran berlagak setia dan tidak akan melirik laki-laki lain setelah suaminya meninggal. Ibu Ratu yang secara sosial cukup terpandang di masyarakat, tidak mau reputasinya sebagai perempuan tercoreng.

Meskipun dia mengaku setia dengan almarhum suaminya, di sisi lain janda kembang yang tinggal ditemani sang bibi, Anaiwis yang diperankan Fadila Amalia, setiap hari tak pernah alpa berdandan dan tiada henti mematut diri di depan cermin.

Kepura-puraannya terbongkar saat bos rentenir, Suttan Pemangku Segala Kebutuhan, yang diperankan Irfan Pramudia datang menagih hutang almarhum suaminya,” beber Ahmad.

Sutradara, Ayu Paramita, menambahkan sebagai persiapan, proses latihan untuk pementasan ini sudah hampir dua bulan. Dia berharap pementasan naskah “Nayah Ghasan”, naskah berbahasa Lampung yang diadaptasi dari Naskah “Penagih Hutang” karya Anton P. Chekov bisa menghibur dan pesan yang disampaikan dapat ditangkap penonton.

“Semoga pementasannya bisa menghibur dan pesannya bisa tersampaikan. Jangan lupa kepada teman-teman dan masyarakat Lampung pencinta teater untuk datang malam ini menyaksikan pementasan ‘Nayah Ghasan’ di Aula K FKIP Unila. Gratis,” katanya.

Sementara itu, Ketua UKMF KSS FKIP Unila, Dimas Aditia mengungkapkan pementasan berbahasa Lampung ini merupakan bentuk kecintaan UKMF KSS FKIP Unila terhadap adat dan budaya Lampung. Dia berharap pementasan ini bisa memberikan pandangan yang berbeda tentang bahasa Lampung terhadap anak-anak muda, khususnya di Provinsi Lampung.

“Ini menjadi bagian upaya pelestarian Bahasa Lampung. Semoga dengan disampaikan melalui pementasan, akan membuat kecintaan kita terhadap bahasa Lampung semakin kuat,” ucap mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia semester 6 ini.

“Untuk semua teman-teman mahasiswa dan pencinta teater di Lampung, jangan lupa nanti malam untuk nonton pementasan kami,” pungkasnya. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *