Info UnilaSeni Budaya

Beri Ucapan Selamat, Dekan FKIP Unila Dukung Pentas Seni Akbar Dies Natalis UKMF KSS Ke-24

188
×

Beri Ucapan Selamat, Dekan FKIP Unila Dukung Pentas Seni Akbar Dies Natalis UKMF KSS Ke-24

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Sunyono, M.Si., mengucapkan selamat Dies Natalis Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Kelompok Studi Seni (KSS) Ke-24 dan menyatakan dukungan terhadap pelestarian bahasa dan kebudayaan Lampung melalui acara Pentas Seni Akbar yang diselenggarakan UKMF KSS FKIP.

Acara yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis UKMF KSS ke-24 ini mengusung Tema “Arsabhumi”, yang bertujuan menampilkan keindahan seni sebagai bentuk ekspresi batiniah yang terhubung dengan keadaan manusia di Bumi Ruwa Jurai.

Dalam sambutannya, Prof. Sunyono mengucapkan selamat kepada UKMF KSS atas peringatan Dies Natalis yang Ke-24. “Selamat Dies Natalis UKMF KSS yang Ke-24. Tetap menjadi UKM yang terbaik dan bisa menjadi contoh bagi UKM-UKM lainnya. Tetap semangat, jadilah mahasiswa yang ke depan benar-benar bisa mewujudkan calon guru profesional,” ucapnya semangat.

Pentas seni Dies Natalis Ke-24 ini menampilkan berbagai pementasan menarik, termasuk pementasan teater berjudul “Nayah Ghasan”. Teater ini merupakan adaptasi dari naskah “Penagih Hutang” karya Anton Chekhov, dengan Sutradara Ayu Paramita.

Dalam lakon ini, penonton akan diajak menyelami cerita yang kaya akan nilai budaya Lampung, yang dikemas dengan sentuhan modern dan interpretasi lokal.

Selain pementasan teater, acara ini juga akan menyuguhkan pementasan tari, musik, dan puisi. Setiap penampilan dirancang untuk mencerminkan kehidupan dan budaya Lampung, mengajak penonton untuk merasakan keindahan dan kedalaman makna seni sebagai bentuk ekspresi batiniah yang terhubung dengan lingkungan alam manusia.

Tema “Arsabhumi” yang diusung dalam acara ini menggambarkan seni sebagai jembatan antara ekspresi batiniah manusia dan lingkungan alamnya. Melalui tema ini, UKMF KSS ingin menyampaikan pesan bahwa seni memiliki peran penting dalam merayakan dan memperkaya hubungan manusia dengan alam, sekaligus memberikan makna mendalam tentang eksistensi dan kehidupan di Bumi Ruwa Jurai.

Prof. Sunyono menambahkan dukungan FKIP Unila terhadap kegiatan ini merupakan wujud komitmen untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan lokal.

Dengan dukungan penuh dari Dekan FKIP Unila dan antusiasme dari para mahasiswa, pentas seni akbar ini diharapkan menjadi acara yang tak hanya memukau, tetapi juga menginspirasi banyak pihak untuk lebih mencintai dan melestarikan kebudayaan Lampung.

Acara ini juga menjadi wadah bagi seniman muda untuk menampilkan bakat mereka dan memperkuat apresiasi seni di kalangan masyarakat luas. (put)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *