KesehatanLampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Raih Penghargaan Kabupaten Bebas Frambusia

43
×

Pemkab Lampung Selatan Raih Penghargaan Kabupaten Bebas Frambusia

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan (LB): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meraih penghargaan sebagai Kabupaten Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penghargaan diserahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kepada Sekretaris Daerah Kabupaten, Thamrin, dalam acara Peringatan Hari NTDs (Neglected Tropical Diseases) Sedunia 2024 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Penghargaan tersebut diterima Kabupaten Lampung Selatan bersama 98 pemerintah kabupaten/kota lain yang dinilai mampu melakukan pencegahan terhadap penyakit tropis yang terabaikan, yaitu penyakit infeksi bakteri jangka panjang (kronis) yang paling sering mengenai kulit, tulang, dan sendi.

Dalam forum ini, Menkes Budi Gunadi mengatakan saat ini terdapat beberapa penyakit Frambusia yang menjamur di beberapa daerah. Oleh sebab itu, pihaknya menargetkan pada 2027 Indonesia harus menjadi negara di regional Asia Tenggara yang bebas penyakit Frambusia.

“Kami memberikan sertifikat ini sebagai bentuk apresiasi kepada daerah-daerah yang telah bebas Frambusia, agar kabupaten/kota lain bisa termotivasi dalam upaya pencegahan penyakit Frambusia ini,” ungkap Budi Gunadi.

PEMERINTAH Kabupaten Lampung Selatan meraih penghargaan sebagai Kabupaten Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Devi Arminto, M.K.M. mengatakan raihan Lamsel bebas Frambusia ini merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi pihak terkait. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan daerah yang terus menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat, terutama aspek preventif.

“Ini bukan hanya hasil kerja Dinkes saja, ini hasil kerja keras kita bersama. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Nanang Ermanto dan Pak Sekda Thamrin, yang selalu mengingatkan kami akan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat, terutama upaya pencegahan,” ungkap Devi. (kmf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *