Artikel Dan Opini

Artikel & Opini// Menggelorakan Permainan Tradisional Sebagai Media Pembelajaran di Sekolah

271
×

Artikel & Opini// Menggelorakan Permainan Tradisional Sebagai Media Pembelajaran di Sekolah

Sebarkan artikel ini

Aan Primadona Roza, M.Pd.

KEMAJUAN teknologi saat ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga budaya asli nasional demi mempertahankan nilai-nilai leluhur yang positif bagi bangsa kita untuk generasi masa kini, salah satunya melalui permainan tradisional yang merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya dan warisan nenek moyang kita.

Lebih dari sekadar hiburan, permainan tradisional mengandung nilai-nilai pendidikan yang berharga dan dapat diintegrasikan ke dalam lingkungan sekolah sebagai alat pembelajaran yang efektif. Ada banyak ragam permainan tradisional yang mengajarkan berbagai hal dan sesuai dengan perkembangan siswa.

Sejak zaman dahulu, permainan tradisional telah digunakan masyarakat sebagai cara mengajarkan berbagai nilai dan keterampilan kepada generasi muda. Nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional dapat memberikan aspek proses pembelajaran yang bermakna dan mengajarkan betapa penting kerja sama dan keterampilan sosial antarpemain, dimana anak-anak belajar bekerja sama lalu berkomunikasi dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting untuk berinteraksi, misalnya dalam permainan Gobak Sodor bagaimana makna yang terkandung pentingnya saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.

Permainan tradisional juga dilakukan dengan melibatkan gerakan fisik; melompat, berlari atau dengan gerakan, baik dalam bentuk keterampilan motorik kasar maupun keterampilan motorik halus. Bahkan melalui gerakan berpikir dalam menyusun strategi sehingga membutuhkan ketepatan yang tepat dalam memutuskan strategi permainan.

Ada beberapa pesan moral dan etika yang bermakna akan nilai-nilai dalam permainan tradisional misalnya dalam permainan tradisional Congklak atau Sumput Baris. Anak-anak diajarkan tentang kejujuran, rasa tanggung jawab, dan saling menghormati. Nilai-nilai ini menjadi dasar dalam membentuk karakter anak.

Permainan tradisional juga memicu kreativitas dan imajinasi anak-anak. Misalnya permainan Lompat Tali Karet dan Egrang yang mengajak anak-anak untuk mengeksplorasi gerakan dan menciptakan variasi baru dalam bermain. Hal ini merangsang kreativitas mereka dan membantu mereka mengembangkan imajinasi yang kaya.

Menggelorakan kembali permainan tradisional dalam lingkungan sekolah dapat menjadi alat pembelajaran yang berharga untuk meningkatkan keterlibatan dan memperkaya pengalaman belajar siswa. Adapun beberapa jenis permainan tradisional yang sesuai dengan perkembangan siswa di sekolah di antaranya Gobak Sodor, Engklek, Sumput Baris, Congklak, Lompat Tali Karet, Egrang atau banyak lagi yang lain.

Permainan-permainan tradisional tersebut bisa dimainkan sebagai metode pembelajaran bagi para siswa. Selain lebih segar dan menyenangkan, belajar dengan menyelipkan permainan tradisional akan memudahkan siswa dalam memahami materi. Selain itu, siswa akan lebih mengenal permainan tradisional yang sudah ada berpuluh-puluh tahun lamanya sehingga nantinya bisa turut melestarikan permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan anak-anak. Tabiik.

Aan Frimadona Roza, M.Pd. Alumni FKIP Unila, mengajar di UPT SMPN 7 Banjit, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *