Info UnilaPendidikan

Rektor Unila Kunjungi Destinasi Wisata Dan Sentra Batu Akik di Tanjung Bintang

448
×

Rektor Unila Kunjungi Destinasi Wisata Dan Sentra Batu Akik di Tanjung Bintang

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., mengunjungi destinasi wisata Gunung Batu dan perajin batu akik asli Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (1/2/2024).

Kunjungan dilakukan usai membuka program sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN di lokasi tersebut. Menurut Prof. Lusmeilia, destinasi wisata ini merupakan potensi pendapatan asli daerah (PAD) di bidang pengelolaan wisata bagi Kecamatan Tanjung Bintang.

Rektor juga berharap pengelolaan wisata di lokasi tersebut lebih optimal dan dilakukan secara massif sehingga wisata di daerah tersebut bisa berkembang pesat, apalagi di masa sekarang ini penggunaan media sosial sangat massif.

Dia juga mengatakan pihak desa bisa bekerja sama dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam upaya pengembangan destinasi wisata.

“Unila memiliki berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat dikerjasamakan dalam mengoptimalkan peran Pokdarwis dan KPH di wilayah itu sehingga mampu memaksimalkan pengelolaan wisata dan bidang pemberdayaan masyarakat,” ujar Rektor

Kepala Desa Srikaton, Kecamatan Tanjung Bintang, Nurkholi Fatmawati, mengatakan dana pengelolaan tempat wisata di wilayah tersebut, khususnya destinasi wisata Gunung Batu, sebagian berasal dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu, pendanaan juga berasal dari uang biaya masuk pengunjung yang dioptimalkan untuk perawatan dan pengelolaan sarana wisata.

“Usai masa Covid-19, terjadi penurunan pengunjung yang signifikan. Hingga kini, dampak sepinya pengunjung yakni kurang terjaga dan terawatnya berbagai sarana penunjang wisata yang ada di sekitaran Taman Wisata Gunung Batu,” ungkap Nurkholi.

Melalui momentum kehadiran Rektor ini, dia berharap pemerintah kembali memantau dan membantu masyarakat sekitar destinasi wisata ini untuk merawat taman wisata dan kembali memberdayakan masyarakat secara optimal. (uni/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *