Bandar LampungPendidikan

Unila Jamin Mahasiswa KKL yang Sempat Terlantar Kini Aman dan Segera Pulang

489
×

Unila Jamin Mahasiswa KKL yang Sempat Terlantar Kini Aman dan Segera Pulang

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Pihak Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) bergerak cepat menyikapi adanya informasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) yang terlantar saat melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tujuan Bali – Bromo – Yogyakarta.

Dihubungi lampungbarometer.id, Sabtu (20/1/2024) malam WIB, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Dan Alumni  FKIP Universitas Lampung, Hermi Yanzi, S.Pd., M.Pd. mengatakan pihak Fakultas sudah mengambil alih dan menjamin mahasiswa KKL bisa pulang dan akan segera tiba Bandar Lampung.

“Urusan ini sudah kita ambil alih. Saya sudah pantau sejak tadi pagi. Alhamdulillah mereka bisa pulang, karena jaminannya fakultas. Infonya mahasiswa sudah berada di tol Jawa Tengah menuju Merak. Perkiraan besok pagi sudah sampai Bandar Lampung,” ujar Hermi Yanzi.

Selanjutnya, dia mengatakan pihak Fakultas akan segera memanggil pihak biro perjalanan dan pihak program studi untuk memastikan penyebab peristiwa mahasiswa KKL terlantar ini bisa terjadi.

“Jika permasalahannya ada di Prodi maka Kaprodinya akan diberi sanksi, tapi jika kesalahan di pihak travel maka travel akan kami tuntut untuk meminta maaf di berbagai media untuk mengembalikan nama baik FKIP Unila,” tegasnya.

Sementara itu, sebanyak 130 mahasiswa Program Studi Penjas Angkatan 2022 FKIP, Unila ditelantarkan pihak travel saat KKL tujuan Bali – Bromo – Jogja.

Salah satu mahasiswi peserta KKL yang meminta namanya tidak ditulis mengaku kesal karena ditelantarkan pihak travel sejak dari Bali. Padahal dia memgaku telah membayar Rp 4,1 juta untuk biaya KKL ini.

“Semua ada tiga bus dengan jumlah mahasiswa yang ikut 130-an mahasiswa. Kami ditelantarin dari Bali dekat Pelabuhan Gilimanuk dan batal ke Bromo dan Jogja. Bahkan di rest area, makan dan minum kami beli sendiri padahal kami sudah bayar lunas. Sekarang kami sudah di tol menuju Merak,” ungkapnya Sabtu (20/1/2024) malam.

Menurutnya, mereka terlantar akibat pihak travel masih memiliki kekurangan pembayaran Rp 46 juta sehingga 3 bus yang mereka sewa menolak melanjutkan perjalanan pulang menuju Lampung.

Sementara itu, pihak travel yang  dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk dimintai tanggapannya terkait kasus ini, hingga berita ini ditayangkan belum memberi tanggapan. (Yadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *