Bandar LampungInfo Unila

Mahasiswa KKL Terlantar, Dekan FKIP Unila Akan Sanksi Tegas Kaprodi Jika Terbukti Melanggar Dan ‘Cawe-Cawe’ Terkait Penentuan Travel

254
×

Mahasiswa KKL Terlantar, Dekan FKIP Unila Akan Sanksi Tegas Kaprodi Jika Terbukti Melanggar Dan ‘Cawe-Cawe’ Terkait Penentuan Travel

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Sunyono berjanji akan mengambil tindakan tegas jika terbukti pihak Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani (Penjas) “bermain” dan “cawe-cawe” dalam menentukan biro perjalanan dalam kegiatan KKL Prodi Penjas Angkatan ’22 yang bermasalah karena mahasiswa KKL terlantar sejak dari Bali dan di Rest Area Km 360 Batang-Semarang, Sabtu (20/1/2024).

Menurut Prof. Sunyono, peristiwa ini telah mencoreng nama baik lembaga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) juga Unila. Oleh sebab itu, ujarnya, pimpinan FKIP Unila akan memanggil para pihak untuk mencari penyebab timbulnya permasalahan terlantarnya mahasiswa KKL ini.

“Yang pertama, kita bersyukur karena para mahasiswa ini sudah pulang dan tiba di sini. Berkaitan dengan kasus ini, akan kita tindak tegas. Kita akan minta penjelasan dari Kaprodi, kita akan minta penjelasan panitia penyelenggara dari pihak mahasiswa yang KKL, kemudian kita juga akan minta penjelasan dari pihak travel,” ujar Prof. Sunyono, Minggu (21/1/2024).

“Setelah itu akan kita cross check, jika informasi di antara mereka tidak sama maka akan kita pertemukan di fakultas bersama-sama dengan para Wakil Dekan sehingga bisa ditemukan dimana letak kesalahannya,” imbuhnya.

Selanjutnya Dekan juga menegaskan, siapapun yang terbukti melanggar akan diberi sanksi tegas sehingga kejadian serupa tidak terulang.

“Jika kesalahannya ada di pihak travel maka pihak travelnya akan kita tuntut karena ini sudah menyangkut nama lembaga, tidak lagi orang per orang, bukan lagi mahasiswa, tapi lembaga yang namanya FKIP Universitas Lampung. Kita tidak bisa main-main karena ini menyangkut nama baik institusi resmi yang harus kita junjung tinggi,” tegas Dekan.

“Terus terang saja adanya peristiwa ini telah menyebabkan nama Universitas Lampung, khususnya FKIP, sangat tercoreng. Saya sebagai Dekan tidak bisa tinggal diam, kasus ini harus segera kita usut sampai dimana sesungguhnya, lalu akan kita cari solusi terbaik bagi mahasiswa. Kemudian bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran akan diberi sanksi.

Selanjutnya dia juga menyampaikan pihaknya akan membuka perjanjian kontrak yang telah ditandatangani semua pihak. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan agar jelas siapa yang telah melakukan pelanggaran.

“Kita juga akan membuka perjanjian kontrak antara travel dan prodi serta panitia mahasiswa. Jika memang terjadi pelanggaran dari pihak travel maka akan kita minta segera menyelesaikan secara kekeluargaan. Kalau ternyata tidak bisa, maka akan kita tempuh jalur hukum. Namun, jika nanti ditemukan terjadi pelanggaran oleh pihak prodi. Ada permainan dan ‘cawe-cawe’ maka akan kita ambil tindakan tegas terhadap Kaprodi, karena terkait KKL ini memang sudah ada peraturannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Jasmani, Dr. Heru Sulistianta, mengaku siap bertanggung jawab. Dia juga mengaku sudah membangun komunikasi dengan pihak travel untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kalau masalah ini siap bertanggung jawab. Semua sudah kita komunikasikan dengan pihak travel, bagaimana nanti pendekatannya supaya masalah ini bisa selesai karena ini anak-anak kita semua. Jika memang nanti ada kerugian, sama-sama akan kita selesaikan,” ujar Heru.(AHM/AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *