Berita NasionalPolitik

Ketum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa Resmi Dukung Prabowo-Gibran

320
×

Ketum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa Resmi Dukung Prabowo-Gibran

Sebarkan artikel ini

Jawa Timur (LB): Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi menyatakan mendukung Paslon 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di Pilpres 2024.

Dia menyatakan kesiapannya menjadi juru kampanye nasional (Jurkamnas) Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk keliling memenangkan Prabowo-Gibran.

“Insya Allah saya sudah siap, sesuai janji saya Januari awal sepulang saya umrah. Saya menyampaikan posisi dukungan saya dan saya mendukung Paslon 02,” kata Khofifah, Rabu (10/1/2024).

Pengamat politik Wawan Sobari memprediksi dukungan Khofifah terhadap Prabowo-Gibran akan mengubah peta suara di Jawa Timur, khususnya di kalangan Nahdliyin.

“Hadirnya Khofifah dalam struktur TKN Prabowo-Gibran, apalagi menyatakan siap ditunjuk sebagai Jurkamnas tentu akan mengubah peta suara di Jawa Timur, khusus suara dari kalangan warga NU,” ujar Wawan seperti dikutip dari detikcom, Rabu (10/1/2024).

“Posisi Bu Khofifah sebagai Ketua Muslimat cukup strategis. Jika tanda petik Bu Khofifah bisa menggerakkan Muslimat untuk mendukung Prabowo-Gibran, tentu akan mengubah peta suara di Jatim yang selama ini cenderung mendukung Ganjar-Mahfud,” tutur dosen FISIP UB ini.

Wawan juga mengatakan kehadiran Khofifah mendukung Prabowo-Gibran semakin menjadikan suara NU terpecah di Jawa Timur untuk ketiga paslon.

“Pak Mahfud tidak selalu identik dengan orang NU, tapi bagaimanapun Pak Mahfud secara kultural cukup dekat dengan NU dibandingkan dengan organisasi massa lain,” ujarnya.

Dia memprediksi perubahan signifikan peta suara yang dulunya kepada Muhaimin Iskandar akan beralih ke Prabowo-Gibran karena peran Khofifah sebagai bagian tim pemenangan di Jawa Timur.

Menurutnya, Khofifah tidak akan terang-terangan menggerakkan muslimat, karena prinsip NU tidak berpihak kepada siapapun, tidak berpolitik praktis akan dihormati secara normatif. Namun, kader Muslimat di bawah kemungkinan bergerak sangat mungkin tanpa komando resmi.

“Muslimat secara sosial akan menargetkan wilayah basis tradisional PDIP, seperti Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek,” katanya. (ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *