Bandar LampungPendidikan

Terpilih Ketua IKA FKIP Unila Periode 2024-2028, Bustami Zainudin Akan Bawa Aspirasi Guru ke Senayan

552
×

Terpilih Ketua IKA FKIP Unila Periode 2024-2028, Bustami Zainudin Akan Bawa Aspirasi Guru ke Senayan

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Lampung Dr. Bustami Zainudin terpilih sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (IKA FKIP) Universitas Lampung Periode 2024-2028.

Mantan Bupati Kabupaten Way Kanan ini terpilih dalam Musyawarah yang digelar di Hotel Alfiya, Teluk Betung, Bandar Lampung, Senin (1/1/2024), menggantikan Ketua sebelumnya, Dr. Ibnu Hasan, yang juga Asisten Deputi Kementerian Pemuda Dan Olahraga Republik Indonesia.

Saat diwawancara usai terpilih sebagai ketua, Bustami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta atas pelaksanaan musyawarah IKA FKIP Unila yang berlangsung lancar dan kondusif dengan ragam dinamikanya.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berkenan hadir, dan panitia yang telah melaksanakan Musyawarah ini dengan baik,” katanya usai musyawarah yang dihadiri ratusan alumni FKIP Unila itu.

Dia juga menyampaikan setidaknya tiga program yang akan menjadi concern dan akan dilaksanakan selama periode empat tahun ke depan.

“IKA FKIP Unila adalah organisasi yang berisikan orang-orang yang berasal dari Universitas Lampung, khususnya Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Ini aktivis semua, yang gagasan dan ide-idenya bisa memberikan sumbangsih bagi pembangunan daerah,” ujar Bustami.

PIDATO. Anggota DPD RI asal Lampung Dr. Bustami Zainudin sampaikan pidato usai terpilih sebagai ketua IKA FKIP Unila Periode 2024-2028 dalam Musyawarah di Hotel Alfiya Bandar Lampung, Senin (1/1/2024).

Dia berharap di bawah kepemimpinannya, IKA FKIP Unila tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang baru diwisuda, tapi juga mampu mengadvokasi guru, terutama guru honorer.

“Pertama, harapan saya organisasi ini tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang baru diwisuda agar mendapatkan pekerjaan yang baik, tapi juga persoalan pendidikan lain yang betul-betul harus disuarakan oleh organisasi ini, di antaranya mengadvokasi guru, terutama tentang guru-guru honorer yang memang sangat membutuhkan perhatian dari negara dalam bentuk pengangkatan dan sebagainya,” kata Bustami menjelaskan.

Menurut Bustami, banyaknya guru lulusan FKIP Unila yang menyebar di seluruh Provinsi Lampung merupakan sebuah potensi untuk mentransformasi informasi. Sebab, ujarnya, tidak banyak fakultas yang tersebar di seluruh daerah, khususnya di pedesaan.

“Kedua, guru-guru itu kan banyak yang mengabdi pedesaan-pedesaan. Oleh sebab itu, potensi intelektual teman-teman guru ini harus dioptimalkan karena mereka merupakan jejaring untuk menyampaikan informasi apapun. Inilah sebenarnya pemikiran kita, untuk menjembatani kepentingan negara dengan kepentingan universitas berkaitan dengan bagaimana Unila bisa berperan di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.

Selanjutnya, Bustami juga berharap agar para alumni yang berprofesi sebagai guru yang saat ini belum tercatat di IKA FKIP Unila, bisa terdata sehingga organisasi IKA FKIP Unila ini betul-betul bermanfaat bagi guru. Lebih lanjut, dia mengatakan ke depan organisasi ini betul-betul dari kita, oleh kita, dan untuk kita.

“Ketiga, membutuhkan organisasi ini dalam rangka penguatan kapasitas sebagai guru. Sebab, hari ini dengan tercerai-berainya kita dalam menyampaikan aspirasi kepada lembaga-lembaga yang ada, tentu menjadi kelemahan kita dalam berjuang,” ungkapnya.

“Dalam konteks ini, peran IKA FKIP Unila menjadi penting. Oleh karena itu, dengan kapasitas yang ada, saya coba jejaring yang ada di level tingkat nasional selaku pimpinan di DPR dan MPR dari kelompok DPD akan menyuarakan aspirasi ini di tingkat nasional,” pungkasnya. (AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *