Hukum dan Kriminal

Pengadilan Tinggi Bandung Kuatkan Vonis Seumur Hidup Terdakwa ‘Serial Killer’ Wowon Cs

97
×

Pengadilan Tinggi Bandung Kuatkan Vonis Seumur Hidup Terdakwa ‘Serial Killer’ Wowon Cs

Sebarkan artikel ini

Bandung (LB): Perkara pembunuhan berantai atau serial killer Wowon Cs yang memakan korban 12 orang rupanya belum usai. Setelah divonis penjara seumur hidup oleh PN Bekasi, jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan banding agar Wowon cs dipidana mati.

Namun, banding yang diajukan jaksa kandas di tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Bandung. Majelis Hakim PT Bandung memutuskan untuk menguatkan vonis pidana seumur hidup yang dijatuhkan PN Bekasi kepada 3 komplotan serial killer tersebut, yaitu Erawan alias Wowon, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin.

“Mengadili, menerima permintaan banding dari Penuntut Umum pada Kejadi Negeri Kota Bekasi,” demikian petikan amar putusan PT Bandung sebagaimana dilihat detik.com, Jumat (22/12/2023).

“Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 250/Pid.B/2023/PN Bks tanggal 1 November 2023 yang dimintakan banding tersebut,” bunyi kalimat tambahan putusan tersebut.

Putusan PT Bandung telah dibacakan pada Rabu (20/12/2023), dengan Ketua Majelis Hakim Kristwan G Damanik, Hakim Anggota Edison Muhammad dan Mulyanto.

Dalam permohonannya, JPU Kejari Kota Bekasi mengajukan banding supaya Wowon cs bisa dijatuhi pidana mati. Mengutip salinan putusannya, jaksa menilai vonis seumur hidup tidak mencerminkan rasa keadilan yang hidup dan tumbuh dalam masyarakat.

Namun, salah satu pokok materi banding yang diajukan jaksa ini ditolak Hakim PT Bandung dengan pertimbangan vonis seumur hidup sudah tepat dan disebut bukan bagian dari ajang balas dendam.

“Menimbang bahwa Majelis Hakim Tingkat Pertama dalam menjatuhkan putusan kepada para Terdakwa sudah tepat karena telah didasarkan pada fakta-fakta yang terungkap di persidangan…,” tulis bunyi pertimbangan tersebut

“Menimbang, bahwa berdasarkan keseluruhan pertimbangan tersebut di atas, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi sependapat dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama dan mengambil alih pertimbangan Majelis Hakim Tingkat Pertama sebagai pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi, oleh karena itu putusan Nomor 250/PID.B/2023/PN Bks tanggal 1 November 2023 dapat dipertahankan dan dikuatkan,” kata hakim.

“Menimbang, bahwa oleh karena putusan Nomor 250/PID.B/2023/PN Bks tanggal 1 November 2023 dapat dipertahankan dan dikuatkan, maka Memori Banding Penuntut Umum patut untuk dikesampingkan,” pungkasnya.

Diketahui, Wowon Erawan, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin sebelumnya telah divonis penjara seumur hidup oleh PN Bekasi pada Rabu (1/11/2023) lalu. Ketiganya dinyatakan bersalah telah melakukan pembunuhan berencana sebagaimana dakwaan ke satu Pasal 340 KUHP, jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Wowon, Duloh, dan Dede didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Ai Maimunah (40), Ridwan Abdul Muiz (20), dan M Riswandi (16). Ai Maimunah merupakan istri yang juga anak tiri Wowon, sedangkan Ridwan dan Riswandi adalah anak Ai Maimunah.

Wowon cs didakwa korban-korbannya dengan kopi yang dicampur racun tikus pada 11 Januari 2023 di Bekasi. Wowon, Duloh, dan Dede didakwa melanggar Pasal 340 juncto Pasal 338 dan 339 KUHP.

Saat penyidikan dilakukan, polisi menemukan korban lain yang diduga dibunuh Wowon dkk. Mayat korban pembunuhan berantai Wowon cs itu ditemukan di Cianjur. Wowon diduga membunuh sembilan orang lainnya, yang mayatnya dikubur di berbagai lokasi. Dua di antara korban yang dibunuh Wowon Cs adalah pasangan suami istri dari Lampung. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *