Hukum dan KriminalLampung Barat

Sadis, Petani Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dalam Gubuk di Pekon Sindang Pagar, Air Hitam Lampung Barat

69
×

Sadis, Petani Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dalam Gubuk di Pekon Sindang Pagar, Air Hitam Lampung Barat

Sebarkan artikel ini

Lampung Barat (LB): Seorang petani bernama Jaelani (32) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam gubuk di kebun kopi garapannya di Selingkut Ilir, Pekon Sindang Pagar, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat, dengan sejumlah luka di tubuhnya, sedangkan istrinya Devi Yuryani (32) yang sedang hamil 4 bulan mengalami luka tusuk di perut.

Korban yang diketahui merupakan warga Bedeng Sari, Pekon Gunung Terang, Kecamatan Air Hitam, didapati tewas mengenaskan dengan luka bacok di kaki, perut dan leher bagian belakang pada Minggu (12/11/2023) sekitar pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, sekitar pukul 13.30 WIB dari dalam gubuk terdengar pertengkaran antara pasangan suami istri tersebut.

Menurut Peratin Sindang Pagar, Sudriman, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Dion, salah satu warga yang juga merupakan pemilik kebun yang digarap pasangan suami istri tersebut.

“Jadi sang istri sempat menelpon Heli, istri Dion si pemilik kebun, bahwa telah terjadi kasus pembunuhan. Mendengar hal itu, Heli langsung memberitahu Dion, suaminya, yang segera memberi tahu warga terdekat,” ucap Sudriman.

Selanjutnya, Dion bersama beberapa warga langsung menuju lokasi gubuk dan melapor ke polisi. Sesampainya di lokasi gubuk, ternyata gubuk terkunci dari dalam, sehingga warga berinisiatif mendobrak pintu gubuk.

Setelah pintu terbuka, korban Jaelani ditemukan sudah meninggal dalam kondisi sangat mengenaskan. Sementara istrinya, Devi, masih hidup dengan luka tusuk di perut.

Tidak berselang lama aparat kepolisian dan aparatur pekon tiba di lokasi dan langsung membawa sang istri ke Rumah Sakit Handayani Kotabumi, sedangkan korban Jaelani dibawa ke Puskesmas Sumber Jaya dan dilakukan visum oleh dr. Madinah Firdus disaksikan anggota Polsek Sumberjaya.

Menurut informasi warga, pasangan suami istri tersebut adalah penduduk pendatang dari Pekon Gunung Terang yang mengerjakan (paroan) kebun kopi dalam hutan kawasan milik warga. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *