Bandar LampungHukum dan Kriminal

Kepala SMK 2 MEI Beri Klarifikasi Tegaskan Sekolahnya Tidak Terlibat Tawuran dengan SMK BLK

35
×

Kepala SMK 2 MEI Beri Klarifikasi Tegaskan Sekolahnya Tidak Terlibat Tawuran dengan SMK BLK

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Kepala SMK 2 MEI Bandar Lampung Drs. H. Muchyidin didampingi Babinsa Kelurahan Way Dadi Baru Kodim 0410/KBL dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas H. Kisworo S.Pd. memberi klarifikasi terkait informasi beredar yang menyebutkan SMK 2 MEI Bandar Lampung tawuran dengan SMK BLK Bandar Lampung pada Senin (30/10/2023) sore, yang mengakibatkan seorang siswa SMK BLK Bandar Lampung bernama Gilang Ihsan Zikri (17) meninggal dunia akibat terkena senjata tajam.

Dalam klarifikasinya, Kepala SMK 2 MEI Bandar Lampung Drs. H. Muchyidin memberikan penjelasan bahwa pelajar sekolahnya tidak melakukan tawuran dengan pelajar SMK BLK Bandar Lampung pada Senin (30/10/2023) sore, tepat saat salat Maghrib.

“Banyak informasi beredar yang narasinya menyebutkan bahwa terjadi tawuran antarpelajar antara SMK 2 MEI Bandar Lampung dengan SMK BLK Bandar Lampung. Dalam kesempatan ini saya menegaskan sekaligus meluruskan informasi yang beredar bahwa SMK 2 MEI tidak terlibat tawuran dengan SMK BLK,” tegas H. Muchyidin.

Lebih lanjut dia mengatakan pihaknya merasa penting melakukan klarifikasi karena menyangkut nama baik dan kenyamanan di sekolahnya.

“Kami membaca di beberapa grup WhatsApp dan juga tersebar di media sosial bahwa telah terjadi tawuran antarpelajar sekolah kami SMK 2 MEI dengan SMK BLK yang berlokasi di Way Dadi Sukarame. Bahkan dalam informasi yang beredar juga dilengkapi foto salah satu pelajar yang meninggal akibat tawuran tersebut,” ujarnya.

“Jadi sekali lagi kami sampaikan bahwa sekolah kami tidak terlibat tawuran dengan SMK BLK pada Senin sore, (30/10/2023) kemaren. Saat ini kami sedang mencari menggali informasi apakah ada siswa kami yang terlibat secara personal dalam peristiwa tawuran tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK 2 MEI H. Kisworo, S.Pd. meminta kepada seluruh masyarakat, media, dan instansi agar memaklumi klarifikasi ini dan memahami informasi yang disampaikan.

“Jadi kami memberikan informasi yang sebenarnya terjadi. Kami juga masih terus menggali informasi apakah ada siswa kami yang terlibat dalam tawuran ini,” ujar Kisworo.

“Kepada para orang tua siswa SMK 2 MEI perlu juga kami sampaikan, para siswa hari ini melaksanakan proses belajar seperti biasa dan situasi yang kondusif,” bebernya.

Selain itu, atas nama Yayasan SMK 2 MEI Tanjung Karang dia juga mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas kejadian tersebut.

“Innalilahi wainnailaihi rojiun. SMK 2 MEI Bandar Lampung dan Yayasan SMK 2 MEI Tanjung Karang mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Sebagai orang tua, tentu kita semua turut berduka cita atas meninggalnya seorang siswa dalam peristiwa ini. Harapan kita semua peristiwa seperti ini jangan sampai terjadi kembali,” ucapnya.

Klarifikasi yang sama juga disampaikan Babinsa Kelurahan Way Dadi Baru Sertu Nora Mirta. “Jadi kita klarifikasi peristiwa tawuran terjadi antara SMK Negeri 2 Bandar Lampung dan SMK BLK,” ucapnya.

Berdasar informasi yang diperoleh lampungbarometer.id, tawuran tersebut terjadi antara SMK Negeri 2 Bandar Lampung dengan SMK BLK Bandar Lampung, yang mengakibatkan 1 siswa meninggal.

Sebelumnya diberitakan tawuran antar pelajar terjadi di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung Senin (30/10/2023) sore, mengakibatkan seorang siswa bernama Gilang Ihsan Zikri (17) siswa SMK BLK Bandar Lampung meninggal dunia akibat senjata tajam.

Korban meninggal diketahui beralamat di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan foto yang diterima media ini, korban meninggal dengan sejumlah luka tusukan senjata tajam di tubuh korban; punggung, lengan bagian atas, bahu, bawah ketiak.

Peristiwa tawuran antara kelompok siswa SMK BLK Bandar Lampung dengan kelompok SMK Negeri 2 Bandar Lampung terjadi di Jalan Soekarno-Hatta (bypass), Bandar Lampung, tepatnya di depan Gedung Bagas Raya, Way Halim, Senin (30/10/2023) sekitar Pukul 18,00 WIB, bertepatan dengan salat maghrib.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah Kapolsek Sukarame Kompol Warsito mengatakan membenarkan telah terjadi tawuran pelajar yang menyebabkan satu orang meninggal.

“Iya, kemarin sore telah terjadi tawuran Antarpelajar di Jalan Soekarno-Hatta (bypass) depan Gedung Bagas Raya. Satu orang meninggal dunia akibat tawuran tersebut,” ucap Kapolsek.

“Saat ini sedang dalam penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya, Selasa (31/10/2023). (Yadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *