Pendidikan

Gelisah Atas Kondisi Pendidikan, Akademi Lampung Bersama Kantor DPD RI Gelar Diskusi Hadirkan Profesor dan Aktivis Pendidikan

29
×

Gelisah Atas Kondisi Pendidikan, Akademi Lampung Bersama Kantor DPD RI Gelar Diskusi Hadirkan Profesor dan Aktivis Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Berupaya mencari solusi atas kondisi pendidikan di Lampung yang dianggap masih tertinggal, Akademi Lampung bekerja sama Kantor DPD RI Provinsi Lampung menyelenggarakan Dialog Lintas Generasi dengan Tema “Pendidikan Lampung Menuju Lampung Emas 2045”, Rabu (18/10/2023).

Kegiatan diskusi yang dipandu moderator tokoh jurnalis senior Lampung Heri Wardoyo ini menghadirkan narasumber tokoh pendidikan Prof. Dr. Sudjarwo dan Prof. Dr. Bujang Rahman.

Selain itu, hadir juga Anggota DPD RI asal Provinsi Lampung Dr (C). Ir. H. Abdul Hakim, jurnalis senior Lampung Herman Batin Mangku, Kepala Perpustakaan Kota Bandar Lampung Dr. Febrianti, Tokoh Lampung Mirwan Karim, Widyaprada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung Dr. Bambang Irawan, Ketua Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Anton Kurniawan, aktivis Klasika Ahmad Mufid, penggiat sekolah ramah anak, Isha Nurhamid, aktivis pendidikan Hadi Aspirin, mahasiswa UIN, mahasiswa Unila dan siswa SMAN 9 Bandar Lampung.

Dalam diskusi ini, dibahas berbagai permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan dan guru di Lampung.

TAMPAK para peserta diskusi Dialog Lintas Generasi “Pendidikan Lampung Menuju Lampung Emas 2045”.

Dalam pemaparannya, menyikapi kondisi pendidikan saat ini Prof. Bujang Rahman mengatakan kesalahan fundamental pendidikan kita adalah sudah lalai tidak menempatkan pendidikan sebagai human investment.

“Kesalahan fatal kita adalah sudah lalai tidak menempatkan pendidikan sebagai human Investment. Sehingga pendidikan yang harusnya direkayasa sehingga memiliki dampak yang baik untuk bangsa dan negara, lebih kepada hanya mengikuti kebutuhan sosial masyarakat supaya senang,” ungkap Prof. Bujang.

Sementara itu dalam diskusi ini Prof. Sudjarwo meramalkan Kurikulum Merdeka akan bubar pada 2024. Selain itu, dia juga menyoroti perguruan tinggi negeri yang kini menjadi semacam adalah kapal keruk mengambil mahasiswa sebanyak-banyaknya.

“Perguruan tinggi kita hari ini seperti kapal keruk, karena saat ini status dosen banyak dosen kontrak yang biayanya diserahkan kepada perguruan tinggi terkait,” ungkap Prof. Sudjarwo.

Terkait peraturan bidang pendidikan yang digunakan saat, guru besar ini mengajak semua untuk mengindionesiakan kembali orang Indonesia sehingga pendidikan di Lampung bisa menjadi lebih baik untuk Menuju Lampung Emas 2045.

“Saat ini kita perlu penataan kembali road map pendidikan. Road map pendidikan kita harus jelas,” katanya. (AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *