Info UnilaPendidikan

Mahasiswa Kedokteran dan Biologi Unila Ciptakan Es Krim Pencegah Stres dan Depresi

50
×

Mahasiswa Kedokteran dan Biologi Unila Ciptakan Es Krim Pencegah Stres dan Depresi

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Lima mahasiswa Kedokteran dan Biologi Unila menciptakan Estetik (Es Krim Probiotik) berbasis aplikasi lewat Program PKM-Kewirausahaan. Produk ICE-TETIK ini diklaim dapat mengurangi stres, kecemasan, dan depresi.

Kelima mahasiswa tersebut yaitu: Keisha Azzahra Tetadrian (Ketua Tim), Dita Noviyanda Saerulloh, Meida Clara Enina, Kevin Hendri, dan Doni Adrian, dengan dosen pembimbing Ns. Bayu Anggileo Pramesona, M.M.R., Ph.D.

Menurut Ketua Tim Keisha Azzahra Tetadrian, WHO mencatat hampir satu miliar orang di seluruh dunia mengalami beberapa bentuk gangguan kesehatan mental.

Pada 2019, ujarnya, sebanyak 970 juta orang di seluruh dunia dilaporkan hidup dengan gangguan mental, dengan gangguan paling umum dialami adalah gangguan kecemasan dan depresi.

“Salah satu faktor risiko penyebab masalah kesehatan mental yang telah diselidiki subklinis adalah karena kekurangan vitamin B Kompleks,” ungkap Keisha.

Dengan dasar tersebut, di bawah bimbingan dosen FK Unila Ns. Bayu Anggileo Pramesona, M.M.R., Ph.D. kelima mahasiswa ini menggagas ide melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan untuk membuat es krim untuk meredakan stres dan kecemasan.

Kolaborasi mahasiswa kedokteran dan biologi Unila tersebut berhasil ciptakan ICE-TETIK yaitu produk es krim probiotik berbasis aplikasi untuk meredakan stres, kecemasan, dan depresi.

”Awalnya Tim PKM-K kami mengupayakan pemenuhan asupan vitamin B harian untuk tujuan kesehatan mental, dan ditemukan cara paling efektif adalah dengan mengemasnya dalam produk yang digemari untuk dikonsumsi, maka kami memilih produk es krim,” ungkap Keisha.

Doni menambahkan es krim probiotik ini menggunakan bahan pisang. Menurut Doni, tujuan menggunakan buah pisang tersebut adalah untuk mengangkat komoditas lokal yaitu pisang muli yang kaya vitamin B. Sedangkan untuk mengangkat aspek budaya, ujar Doni, ICE-TETIK menggunakan motif tapis Lampung pada kemasan produknya.

”Tidak hanya disuplementasi, kami juga mengupayakan derajat kesehatan mental dengan aplikasi penunjang bernama ICE-TETIK Healing App yang sudah dapat diunduh di Google Play Store,” ujar Dita menambahkan.

Produk ICE-TETIK dilengkapi Aplikasi Healing. Diharapkan upaya suplementasi dan pemberdayaan dapat menjangkau target konsumsi pada usia lebih 15 tahun sehingga mampu mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat stres, kecemasan, dan depresi. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *