Pesawaran

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Minta Pemprov Lampung Infrastruktur Konektivitas

10
×

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Minta Pemprov Lampung Infrastruktur Konektivitas

Sebarkan artikel ini

PESAWARAN (LB): Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meminta Pemprov Lampung dapat memperbaiki konektivitas wilayah seperti jalan dan jembatan.

Usulan Bupati Pesawaran meminta Pemprov Lampung disampaikan Dendi Ramadhona pada Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024 pada Rabu (29/3/2023) di Bandar Lampung.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, hal tersebut menjadi keurgensian mengingat saat ini Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu penyangga di Provinsi Lampung.

“Bahkan letaknya strategis dan berdekatan dengan ibukota Lampung,” tukasnya.

Sehingga untuk memperkuat itu, maka infrastuktur yang menjadi keinginan yang paling utama untuk dapat diperbaiki dalam hal konektifitas wilayah.

“Sebab, itu berpengaruh kepada keinginan pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk provinsi lainnya seperti peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM),” ucapnya.

Dendi mengatakan, ini juga penting karena wilayah Pesawaran masuk ke dalam delineasi perkotaan.

Kemudian juga infrastruktur dasar seperti pendidikan, kesehatan dan itu dikatakanya perlu dukungan pemerintah.

Adapun Pemprov Lampung memberikan arahan khusus untuk Kabupaten Pesawaran pada beberapa hal.

Arahan pertama dikatakan Dendi adalah berfokus pada ekonomi kerakyatan.

“Dan itu dilakukan untuk penguatan daya saing daerah,” jawabnya.

Kedua, pemerintah Kabupaten Pesawaran pun diminta fokus kepada sektor pertanian, perkebunan serta ketahanan pangan.

Serta yang ketiga untuk UMKM dan pariwisata di Pesawaran.

Dendi menambahkan, untuk pemerintah Kabupaten Pesawaran juga diminta bersinergi untuk peka terhadap isu-isu lingkungan.

“Tadi telah disampaikan oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi terkait pembalakan liar,” kata dia.

Dalam pembalakan liar tersebut, dampak yang terjadi adalah untuk saat ini kewaspadaan akibat banjir.

Banjir yang terjadi di Pesawaran itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Dan itu harus diantisipasi dan bersinergi antar kabupaten Pesawaran dan Provinsi Lampung,” jelasnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *