Seni Budaya

Saksikan! UKMBS Unila Pentas ‘Dajang Rindoe’ di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung

39
×

Saksikan! UKMBS Unila Pentas ‘Dajang Rindoe’ di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Unit kegiatan Bidang Seni Universitas Lampung (UKMBS Unila) akan menggelar pertunjukan teater yang mengangkat cerita rakyat dari Sumatra bagian selatan yang kini nyaris hilang ditelan zaman, Dajang Rindoe.

Lakon “Dajang Rindoe” yang ditulis dan disutradarai langsung Sastrawan sekaligus Budayawan Ari Pahala Hutabarat itu akan dipentaskan di Gedung Teater Tertutup (GTT) Taman Budaya Lampung, Rabu dan Kamis (15-16 Maret 2023) Pukul 16.00 WIB.

Ari Pahala mengatakan “Dajang Rindoe” menceritakan kisah tragis cinta tak sampai yang berujung pada kehancuran dua kerajaan. Dalam pertunjukan kali ini, ujar Ari, “Dajang Rindoe” dijadikan sebagai basic atau dasar kisah untuk memulai kerja teater.

“Kisah hanya menjadi titik tolak atau titik berangkat dari sebuah pertunjukan” ungkapnya.

Dalam konsep penyutradaraan, Ari menyebut pertunjukan itu tidak disampaikan secara utuh atau verbal, tetapi diolah dalam bentuk fragmen-fragmen yang kemudian dirangkai menjadi semacam kisah dalam bentuk pertunjukan.

“Dalam pertunjukan teater ini tidak berbentuk realisme. Bisa dikatakan pertunjukan ini berbentuk kolase yang terdiri dari beberapa genre seni yang ada. Ada realisme itu sendiri, drama, tari, musik, dan lain sebagainya. Itu semua disatupadukan untuk mengoptimalkan pencapaian artistik,” imbuhnya.

Pimpinan Produksi, Ahmad Habib Panglima, menjelaskan proses garapan teater ini sudah dimulai sejak Oktober 2022 dan telah berproses sekitar 6 bulan hingga waktu pementasan dilaksanakan.

Dia mengungkapkan proyek kolosal ini melibatkan seluruh divisi yang ada di UKMBS Unila (Teater, Tari, Musik, dan Rupa). Tak hanya itu, para senior di KAULA (Keluarga Besar Alumni UKMBS Unila) dan banyak rekan seniman lainnya juga turut membantu menyukseskan project ini.

Sementara itu, Ketua Umum UKMBS Hani Dayanti menuturkan yang utama, project ini merupakan arena belajar di bidang artistik maupun produksi pertunjukan, dan bertujuan membentuk kader-kader yang memiliki ‘skill’ dan kesadaran yang baik di ranah kesenian dan kebudayaan.

“Sejak 1990 hingga sekarang UKMBS Unila terus menyumbang karya seni dan budaya. Kami berharap di 2023 ini, melalui “Dajang Rindoe” UKMBS Unila bisa terus bermanfaat untuk kemajuan Lampung di tengah kondisi seni dan budaya kita yang makin hari makin memprihatinkan ini,” ucapnya.

Pegiat Budaya dan Sejarah Lampung, Arman AZ turut merespon kegiatan ini. Arman mengatakan dalam cerita rakyat tidak menutup kemungkinan banyak nilai dan kearifan budaya yang bisa dipelajari esensinya dan mungkin saja tetap relevan dengan konteks dan kondisi kekinian, begitu pun Dayang Rindu.

“Banyak aspek-aspek yang bisa diidentifikasi dalam cerita Dayang Rindu, misalnya ihwal sosiologis, moral, politik kekuasaan, sistem pemerintahan, feminisme, dan lain-lain. Apa yang dilakukan UKMBS Unila adalah semacam upaya penyelamatan terhadap warisan budaya kita yang nyaris terlupakan,” katanya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *