Artikel Dan Opini

Ketika Tokoh Lampung ‘Ngarep’ Lirikan ‘Si Ratu Midas’ Bunda Lee Jelang Pilkada

1521
×

Ketika Tokoh Lampung ‘Ngarep’ Lirikan ‘Si Ratu Midas’ Bunda Lee Jelang Pilkada

Sebarkan artikel ini

POLITIK memang selalu menarik dikulik dan didedah. Topik yang satu ini tidak pernah basi untuk dijadikan bahan diskusi, dia selalu hangat untuk dikaji dan digali. Sebab itulah politik selalu menjadi bahan obrolan di mana saja, di hotel bintang lima hingga di warung-warung kopi.

Jika membaca ulang teori klasik Aristoteles, politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Jadi tidak salah jika siapapun yang memiliki rasa cinta pada daerahnya merasa berhak untuk membedah tentang politik; di tingkatan manapun dan level sosial apapun. Tidak terkecuali pemilihan Gubernur Lampung Periode 2024-2029 meskipun waktunya masih cukup lama.

Ya, kita semua sudah mengetahui jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tanggal pelaksanaan pemilihan gubernur pada 27 November 2024 mendatang, hampir dua tahun jika kita hitung dari sekarang. Sebuah waktu yang cukup lama.

Namun nyatanya meskipun rentang waktu pelaksanaannya masih cukup lama, tidak menghalangi para tokoh politik di Lampung untuk memulai memanaskan mesin politiknya; mereka mulai mencari perhatian masyarakat dengan mendadak menjadi dermawan yang penuh perhatian di setiap musibah, membangun komunikasi dengan para agamawan agar terlihat religius, hingga latah memberi bantuan untuk masyarakat yang dianggap miskin agar tampak peduli dengan orang lain serta masih banyak hal lain yang dilakukan. Tapi, selama kegiatan yang dilakukan bersifat positif dan tidak merugikan masyarakat tentu sah-sah saja bukan?

Selain itu, para tokoh di Lampung yang punya niatan maju dalam pilkada, secara undercover (diam-diam) sudah mulai merancang strategi, memantau calon tim sukses hingga menghitung anggaran politik yang dibutuhkan (political cost). Nah, ketika menyentuh urusan biaya politik, di titik inilah lirikan Purwati Lee atau Ibu Lee, Bunda Lee atau Ny. Lee sangat mereka nantikan.

Hari ini, walaupun tidak secara terang-terangan, para tokoh politik Lampung yang berhasrat mengadu nasib dalam ajang pemilihan gubernur mendatang, memang mulai bersiasat agar dilirik Sang Pengusaha Gula. Karena lirikan “Sang Ratu Midas” big boss Sugar Groups Companies (SGC) berarti tuah sekaligus berkah yang diyakini menjadi jurus ampuh yang dapat menjadi jaminan akan kemenangan.

Tidak bisa disangkal, sejak satu dekade terakhir nama Vice President PT Sugar Group Companies ini memang sangat dekat dengan politik di Lampung. Perannya dalam mendukung para calon membuat para tokoh di Lampung begitu menantikan lirikannya dan berharap mendapat restu “Sang Ratu Midas” untuk maju dalam pemilihan gubernur mendatang. (Dalam sebuah legenda, disebutkan Raja Midas mampu mengubah apa saja yang disentuhnya menjadi emas).

Bukan tanpa alasan para tokoh ini berharap dilirik oleh Bunda Lee, selain bantuan cost politik, tangan dingin serta keberaniannya tampil all out dalam membela sosok yang didukung memang tidak pernah main-main dan menjadi rekam jejak tersendiri sehingga dia begitu diperhitungkan serta disegani di gelanggang perpolitikan Lampung.

Memang hari ini semua masih remang, samar dan belum jelas siapa mendukung siapa, siapa mencalonkan siapa karena waktu pencalonan masih panjang. Namun, jika kita eja secara sederhana untuk hari ini setidaknya ada beberapa nama yang layak maju sebagai Gubernur maupun sebagai Wakil Gubernur dalam Pilkada Gubernur Lampung 2024 mendatang.

Beberapa nama yang dianggap layak tersebut, sebut saja misalnya Sang Petahana Arinal Djunaidi yang tentu menjadi yang terdepan, lalu ada nama Chusnunia Chalim yang kini menjabat wakil Gubernur. Jangan lupakan nama-nama lain, seperti Umar Ahmad (mantan Bupati Tulang Bawang Barat), Mukhlis Basri (anggota DPR RI), M. Ridho Ficardo (mantan Gubernur), Herman HN (mantan Wali Kota Bandar Lampung) Dendi Ramadhona (Bupati Pesawaran dua periode, kini masih menjabat), Sujadi Saddat (mantan Bupati Pringsewu) dan masih ada beberapa nama-nama lain.

Lalu siapakah sosok Bunda Lee? Seperti dirilis situs alumni.ugm.ac.id Bunda Lee merupakan vice president Sugar Group Companies (SGC), sebuah grup perusahaan gula yang beroperasi di Lampung Tengah, Propinsi Lampung. Grup perusahaan ini terdiri dari PT Gula Putih Mataram, PT Sweet IndoLampung, PT Indolampung Perkasa, dan PT Indolampung Distillery. Semua perusahaan tersebut dulunya terpisah, sebelum akhirnya diakuisisi oleh Grup Garuda Panca Artha untuk kemudian digabungkan menjadi Sugar Group Companies. Salah satu produk gula kemasannya adalah Gulaku.

Sugar Group Companies merupakan salah satu perusahaan yang memiliki perkebunan tebu dan gula terbesar se ASEAN, perusahaan ini berdiri kokoh dengan luas kebun lebih dari 62.000 ha di Provinsi Lampung hingga saat ini SGC memilik 4 anak perusahaan.

Nah, siapa tokoh Lampung yang akan dilirik oleh Sang Big Boss dan mendapat restu untuk maju sebagai calon gubernur Provinsi Lampung yang memiliki luas wilayah 33 553,35 Km2 dengan jumlah penduduk pada 2021 adalah 9.081.792 jiwa (berdasarkan data BPS)?

Anton Kurniawan, masyarakat biasa, tinggal di Provinsi Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *