oleh

Idap Tumor Ganas, M. Arka Bocah 11 Bulan Perlu Bantuan Dermawan

PESAWARAN (lampungbarometer.id): Muhammad Arka Ardian Faris yang lahir pada 3 Oktober 2018 merupakan putra dari pasangan Deni Haryadi (39) dan Erlina Susanti yang tinggal di Dusun Sukasari, Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Kondisi bocah berusia 11 bulan itu sangat memprihatinkan. Dalam usianya yang belum genap 1 tahun, bocah malang itu harus menanggung derita karena digerogoti tumor. Terdapat benjolan besar berwarna merah jambu di punggung dekat leher bagian belakang Arka. Hingga Rabu (28/8/2019) kondisi M. Arka Ardian Faris masih sangat memprihatinkan dan belum mendapat perawatan medis sebagaimana mestinya, hal ini disebabkan karena faktor ekonomi kedua orang tuanya yang kurang mampu. Kedua orang tuanya, Deni Haryadi dan Erlina Susanti, sebenarnya sangat sedih melihat kondisi anaknya. Namun, keduanya tidak bisa berbuat apa-apa, sebab penghasilan mereka yang pas-pasan. Deni yang bekerja di sebuah bengkel sepeda motor dan Erlina yang sehari-hari berjualan gorengan di Tugu Pengantin Gedung Tataan, mengaku tak punya uang untuk biaya operasi anaknya. Oleh sebab itu, pasangan suami istri yang tinggal di Desa Sukadadi No: 1082, berdekatan dengan Musholla Baiturrahman Desa Sukadadi, Kecamatan Gedung Tataan berharap ada dermawan yang bersedia membantu biaya pengobatan anaknya. “Kami ini hanya masyarakat kecil dengan penghasilan pas-pasan hanya cukup untuk makan. Kami tidak punya biaya untuk mengobati anak kami dengan operasi. Kami sangat mengharapkan uluran tangan para dermawan yang bersedia membantu biaya pengobatan putra kesayangan kami,”€ ujar Erlina. Erlina menceritakan gejala tumor yang diderita anaknya sudah diketahui sejak anaknya itu masih berumur empat bulan. Awalnya dia menduga benjolan itu hanya bisul biasa, namun lama kelamaan terus membesar dan kini sudah berwarna merah jambu. Dia juga mengatakan keluarganya sudah melakukan upaya untuk mengobati anaknya, mulai dari membawanya ke RSUD Pesawaran sampai di RS Urip Sumoharjo di Bandar Lampung, serta menempuh pengobatan tradisional dan pengobatan alternatif lainnya tapi hasilnya belum sesuai harapan. “Kami sempat membawa Arka berobat ke RSUD Pesawaran dan dianjurkan ke RS Urip Sumoharjo di Bandar Lampung. Menurut dokter, anak kami mengidap penyakit sel tumor darah kategori ganas dan kami dianjurkan berobat ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo di Jakarta,” beber Erlina dengan wajah sedih. Sebagai orang tuanya, perempuan ini mengaku miris dan sedih mengetahui kondisi anaknya. “Hati saya miris dan sedih, orang tua mana yang tidak sedih mendapati anaknya menderita penyakit seperti ini,” katanya. Lebih lanjut dia mengatakan, dokter menyarankan M. Arka segera menjalani tindakan operasi. Anjuran dokter itu justru membuat keluarga ini bertambah sedih. Pasalnya, mereka tidak memiliki cukup uang untuk membiayai pengobatan M. Arka. Kesedihan juga disampaikan sang kakek, Mursidi. Dia berharap Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona bersedia membantu biaya penyembuhan cucunya itu. “Kami sekeluarga berharap Pemerintah Pesawaran bisa membantu cucu saya,” ujar Mursidi penuh harap. Sementara itu sang ayah, Deni, mengaku bingung bagaimana harus mengobati anaknya. “Darimana kami dapat uang untuk mengobati putra kesayagan kami. Kami tidak memiliki apa-apa sama sekali. Saya kasihan sekali melihat kondisi anak saya,” katanya dengan nada pilu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.