oleh

Guru SMK Nurul Falah Tanggamus Meninggal Kecelakaan

TUBABAR (lampungbarometer.id): Guru SMK Nurul Falah Kabupaten Tanggamus, yang juga bergiat di Teater Jabal dan pernah berkiprah di UKMF KSS Unila, Aswinsyah, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Simpang Tangkit, Kabupaten Tanggamus, Minggu (14/7/2019) sore. Setelah sempat dibawa ke RSUD Pringsewu, jenazah almarhum dibawa keluarganya ke rumah duka di kampung halamannya, Kampung Karta, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Tulang Bawang Barat, Senin (15/7/2019). Salah satu penggiat teater ini meninggal setelah sepeda motor yang dikendarainya beradu kambing dengan minibus L 300. Menurut Wahid, rekan korban, kecelakaan naas itu terjadi pada pada Minggu sore. Saat itu, korban yang tinggal di perumahan SMK Nurul Falah Gunung Tiga, Kabupaten Tanggamus ini hendak pulang usai mengantar temannya yang KKN di Desa Sumber Rejo, Kabupaten Tanggamus. Saat tiba di Simpang Tangkit, sebuah minibus L 300 yang melaju dalam kecepatan tinggi dari arah Bandar Lampung, berusaha mendahului kendaraan di depannya dan menghantam motor korban. Akibat kecelakaan ini, korban mengalami luka di tangan kanan, bahu kanan, kaki kanan dan leher dan langsung meninggal di lokasi kejadian. “Almarhum hendak pulang ke Gunung Tiga usai mengantar rekannya, ketika kecelakaan naas itu terjadi. Ini sangat mengejutkan kami. Siangnya kami masih sempat ngobrol di sanggar (Teater Jabal), saat itu dia pamit untuk nganter temannya, tau-tau dapat informasi dia meninggal,” ujar Wahid dengan nada sedih saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu, tadi malam. Ucapan duka cita juga disampaikan Direktur Artistik Komunitas Berkat Yakin (KoBER) Lampung Ari Pahala Hutabarat. Sutradara sekaligus maestro sastra Lampung ini mengatakan memiliki pandangan dan kenangan tersindiri pada korban. “Almarhum adalah orang yang baik dan mau belajar, kita semua merasa kehilangan. Kita hanya bisa berdoa semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata penulis Buku Rekaman Terakhir Beckett ini pelan. Rasa kehilangan juga disampaikan Nabi Penyair Lampung Edy Samudera Kertagama. “Saya sangat kehilangan, dia sudah saya anggap sebagai adik. Semoga amal ibadah almarhum di terima Allah SWT,” ujar Edy saat dihubungi usai mengantar jenasah korban ke kampung halamannya, Senin (15/7/2019), Pukul 03.00 WIB dini hari. Duka mendalam juga dirasakan keluarga, rekan kerja, dan rekan-kampusnya merasa sangat kehilangan aktivis penggiat seni kampus ini. Salah satunya Ilham, ketua KSS FKIP Unila. Menurut Ilham, saat ditemui Media Online Lampung Barometer mengaku sangat kehilangan atas kepergian korban. “Kami sangat kehilangan, dia adalah kakak, kawan sekaligus mentor yang baik. Selamat jalan ajo, semoga Tuhan memberikan tempat terbaik,” kata Ilham. Tampak puluhan mahasiswa, penggiat seni, tokoh pemuda Lampung hadir takziah di rumah duka. Rencananya korban dimakamkan siang ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.