oleh

FOGIPSI Dan MGMP IPS Way Kanan Studi Literasi Kearifan Lokal Dan Nilai-Nilai Kebangsaan

KASUI (lampungbarometer.com): Sebanyak 30 guru IPS mengikuti Kegiatan Studi Literasi yang digelar Forum Guru IPS SMP Indonesia (FOGIPSI) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS SMP Kabupaten Way Kanan, Sabtu (5/5/2018), di Ruang Laboratorium IPS SMPN 2 Kasui. Kegiatan Menulis Bersama yang berlangsung satu hari ini mengambil Tema Studi Literasi IPS Merajut Nilai Kearifan Lokal dan Kebangsaan Menuju Way Kanan Maju dan Berdaya Saing yang menghadirkan pemateri Arman AZ, penulis, peneliti sejarah dan cerpenis Lampung. Menurut Ketua FOGIPSI Kabupaten Way Kanan Siswanto, studi literasi IPS ini merupakan langkah awal gerakan menulis bagi guru dengan melihat berbagai materi sejarah lokal di sekitar yang bisa dimanfaatkan sebagai materi pembelajaran IPS di sekolah. “Gerakan ini sangat penting bagi profesi guru untuk selalu menulis dalam berbagai peristiwa lingkungan sekitar dan mengangkat tema-tema kearifan lokal, sejarah dan budaya. Diharapkan nantinya guru mulai membiasakan diri sebagai guru yang profesional dekat dengan budaya membaca dan menulis dan kelak menjadi guru yang maju dan berdaya saing sesuai program pemerintah daerah,” ujar guru IPS SMPN 1 Bahuga ini. Sementara itu, pemateri Arman AZ memberikan apresiasi yang tinggi atas semangat guru-guru yang hadir untuk belajar bersama meskipun harus menempuh jarak yang cukup jauh antar kecamatan. “Materi yang diberikan kepada kawan kawan guru IPS ini berangkat dari anggapan berpikir mudah dalam menulis. Terkait dengan profesi guru IPS, banyak hal bisa ditulis yang terbagi dalam berbagai kelompok mulai dari keragaman, budaya dan sejarah lokal Kabupaten Way Kanan. Setiap guru wajib mengumpulkan tulisan sebanyak 2-4 halaman, kalau perlu ditagih, dengan sistim penugasan in-on,” ujar Arman yang pernah melakukan studi sejarah di Museum Leiden Belanda tahun lalu. Arman menambahkan isu-isu kearifan lokal tentang budaya masyarakat Way Kanan; entah sistem kehidupan masyarakat lokal dan pendatang, adat istiadat, potensi alam bahkan sejarahnya bisa menjadi tema yang sangat menarik untuk dicatat dalam sebuah tulisan. Sehingga guru IPS akan membiasakan diri dalam budaya membaca dan menulis dengan mengaitkan materi pembelajaran yang selama ini mereka ampu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.