oleh

DKL Gelar Panggung Sastra Lampung 2019 Dan Peluncuran Buku ‘Negeri Para Penyair’ Dan ‘Negeri yang Terapung’

BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung (DKL) menggelar Kegiatan Panggung Sastra Lampung 2019 Ketua Harian Dewan Kesenian Lampung sekaligus Peluncuran Buku “Negeri Para Penyair Antologi Puisi Mutakhir Lampung” dan “Negeri yang Terapung Antologi Cerpen Mutakhir Lampung”, di Gedung Dewan Kesenian Lampung, Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (15/6). Dalam kegiatan ini digelar pembacaan puisi dan cerpen oleh para sastrawan yang karyanya tergabung dalam kedua buku tersebut. Selain pembacaan puisi dan cerpen juga digelar diskusi dengan pembicara Ahmad Yulden Erwin, Iswadi Pratama dan Ari Pahala Hutabarat yang dimoderatori Hermansyah GA. Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung Zulkarnain Zubairi atau yang lebih dikenal dengan Udo Z Karzi mengatakan kegiatan ini digelar untuk membangun silaturahmi antar seniman, terutama sastrawan Lampung. “Kegiatan ini dibuat biar seniman bisa ngobrol bareng, ngopi bareng, intinya untuk menjalin silaturahmi karena kalau tidak ada kegiatan seperti ini agak susah untuk bertemu,” kata Udo Z. Karzi. Sementara itu, Ketua Harian DKL Herry Suliyanto dalam sambutannya berharap semoga terbitnya buku ini akan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat. Dia juga berharap nantinya buku ini bisa masuk ke Toko Buku Gramedia dan sekolah-sekolah di Lampung. “Buku ini akan kita masukkan ke Gramedia dan disebar ke sekolah untuk membangun motivasi siswa. Harapannya mereka akan mengenal dan mencintai sastra sejak dini,” katanya. Lebih lanjut dia juga meminta DKL membuat agenda untuk bersilaturahmi dengan Gubernur Lampung untuk mendiskusikan keberlangsungan DKL ke depan sebab anggaran untuk DKL hanya sampai Juni 2019. Dia berharap agar dana hibah untuk DKL bisa dipertahankan. “Harapannya ke depan Dewan Kesenian Lampung bisa seperti DKJ sehingga siapapun yang nantinya memimpin tidak bermasalah dalam pelaksanaan program karena berkaitan dengan anggaran,” katanya. Dalam kesempatan ini Hery juga mengungkapkan anggaran Dewan Kesenian Lampung hanya sampai Juni, oleh karena itu dia meminta pengurus DKL membuat proposal pengajuan anggaran untuk Periode Juli hingga Desember 2019.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.