oleh

Dituduh Gelapkan Mobil, Nenek Penjual Nasi Uduk Langsung Pingsan

BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Nenek penjual nasi uduk Murniati (57), warga Jl. Kutilang, Gg. Belibis, RT 007, Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Karang Timur syok dan pingsan ketika mendengar dirinya akan dibui terkait kasus penggelapan mobil. Hal itu diceritakan Murni saat lampungbarometer.id mendatangi rumahnya, Rabu (4/3/2019), sekitar Pukul 09.30 WIB. Kepada lampungbarometer.id, ibu tujuh anak yang mengaku menderita jantung ini mengatakan dirinya tidak pernah merasa membeli mobil atau kendaraan lainnya. Oleh sebab itu, dia sangat terkejut ketika penegak hukum mengatakan dia bersalah atas dugaan penggelapan satu unit kendaran mobil. “Saya takut dan kaget, kok saya dituduh menggelapkan mobil dan akan dipenjara padahal saya tidak pernah merasa ngambil atau mobil. Saya tidak mau dipenjara Pak, tolong bantu saya. Saya takut pak,” kata nenek 10 cucu ini pilu. “Saya ini hanya dagang nasi uduk, dan suami saya narik becak. Sudah bisa makan saja, keluarga kami sudah bersyukur. Kok tiba-tiba saya dibilang menggelapkan mobil, mobil apa. Saya tidak mau dipenjara Pak,” katanya tersedu-sedu. Sementara salah satu anaknya, M. Arsan (33) menceritakan sempat ada orang yang datang ke rumahnya dan mengaku bernama Yogi dari Dealer Honda Lampung Raya di Jl. Raden Intan dan Beni yang mengaku pegawai Perusahaan Pembiayaan (leasing) Mega Auto Finance (MAF) yang beralamat di Jl. Ahmad Yani, Kota Bandar Lampung. “Iya ibu saya pernah cerita ada orang datang kesini mengaku dari dealer dan leasing. Namanya Yogi dan Beni,” ujar Arsan. Arsan juga mengatakan bahwa ibunya sudah dipanggil oleh kejaksaan, bahkan sempat tidak sadarkan diri saat di kantor kejaksaan. Menurut Arsan, saat itu dia ditelepon oleh ayahnya untuk segera menjemput ibunya dan dibawa pulang. “Saya sudah berkeluarga dan tinggal di Kurungan Nyawa jadi memang jarang ke sini. Waktu itu saya ditelepon bapak bahwa ibu saya di kejaksaan. Saya diminta menjemput,” kata laki-laki yang sehari-harinya bekerja sebagai Satpam ini. Saat ditanya terkait kasus yang membelit ibunya, Arsan menyampaikan dia tidak mengetahuinya sama sekali. “Saya tidak tahu Bang kapan ibu saya ngambil mobil. Mobilnya apa, juga saya tidak tahu. Jadi saya bingung kok ibu saya yang sudah tua begini malah kena tuduh menggelapkan mobil,” kata Arsan. Sementara itu, saat tim lampungbarometer.id mengonfirmasi hal ini ke Dealer Honda Lampung Raya, bagian Humas Dealer Honda Lampung Raya Linda mengatakan tidak memgetahui hal ini. “Maaf Pak ya, saya memang bidang Humas tapi yang saya tangani adalah urusan promosi bukan masalah penggelapan mobil atau yang lain. Kami juga tidak pernah melaporkan siapa pun,” kata Linda. Kemudian saat ditanya tentang salah satu pegawai dealer bernama Yogi, Linda mengatakan bahwa nama yang bersangkutan sudah tidak lagi bekerja di dealer tersebut. “Kalau Yogi memang pernah bekerja di sini tapi sekarang sudah tidak lagi,” ujar Linda. Jawaban yang sama juga didapat saat tim media ini mencoba meminta konfirmasi ke Perusahaan Pembiayaan (leasing) MAF. Indah, yang membidangi Bagian Humas Perusahaan tersebut mengatakan Deni sudah tidak lagi bekerja di sana. “Memang dulu Deni bekerja di sini, tapi sekarang sudah resign. Maaf Pak saya tidak bisa memberikan informasi atau pernyataan apapun. Bagian yang menangani ini sedang tidak ada di tempat, besok silahkan Bapak datang ke sini lagi sekitar Pukul 9.30 WIB, untuk bertemu dengan atasan saya Pak Agus langsung,” kata Indah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.