oleh

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung Komitmen Sediakan Beras Murah Berkualitas bagi Masyarakat

BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.com): Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung berupaya menyediakan beras berkualitas baik dan bersih dengan harga murah bagi masyarakat. Untuk menekan inflasi, salah satu cara yang ditempuh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi adalah memotong rantai pasok pangan dari produsen ke konsumen. Kepala Bidang Distribusi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung Dra. Bahagiati, S.H. menjelaskan program ini sebetulnya adalah program Pemerintah Pusat sejak 2016 dan Dinas Ketahanan Pangan menjadi Pelaksana di masing-masing daerah. “Tentu saja diperlukan kerja keras dan komitmen pemerintah provinsi, tanpa itu program ini akan sulit untuk terealisasi. Jadi dalam program ini kita bekerja sama dengan petani berusaha menyediakan beras berkualitas baik Kelas Medium untuk masyarakat dengan harga murah, sehingga masyarakat bisa menikmati beras berkualitas,” katanya. Bahagiati mengungkapkan saat ini beras medium berkualitas baik dijual dengan harga Rp 8.800. Harga ini, kata dia, sangat mungkin akan turun karena harga jual kita berpatokan dengan harga gabah dari petani. “Saat ini memasuki masa panen sehingga stok gabah banyak, jadi harga beras mungkin akan kita turunkan,” katanya. Dia menyampaikan sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan menjual beras segar berkualitas baik dan bersih di bawah harga pasar. “Kita sebut beras segar karena memang gabah yang kita peroleh dari petani langsung diproses menjadi beras yang kemudian kita lepas ke pasaran di sembilan kabupaten/kota yang Gapoktan/Poktannya bekerja sama dengan kita,” kata wanita berjilbab yang tampil enerjik dan selalu ramah dengan media ini. Lebih lanjut dia mengatakan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi memiliki 98 Poktan dan Gapoktan di sembilan kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, kata dia, 95 di antaranya masih mendapat bantuan dari pusat. Sembilan kabupaten/kota tersebut yakni: Lampung Selatan, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Timur, Pesawaran, Lampung Utara, Lampung Tengah, Metro, dan Bandar Lampung. “Kini tinggal delapan yang mendapat bantuan operasional dan satu telah menjadi binaan karena telah dua tahun dibantu,” katanya. Dia juga menjelaskan pada 2017 lalu harga beras di pasaran melonjak hingga di atas Rp 13.000, tapi Dinas Ketahanan Pangan tetap menjaga komitmen dan tetap menjual dengan harga Rp 8.000. “Tahun 2017 kita menjual beras medium kualitas baik dengan harga Rp 8.000/Kg meski harga beras sempat melonjak. Namun, tahun ini harga beras naik menjadi Rp 8.800/Kg karena sejak awal tahun harga gabah telah tinggi,” katanya. Selama tiga tahun program ini berjalan, masyarakat bisa membeli beras berkualitas baik dengan harga murah di bawah pasar. Pada 2018, ujar Kabid, terhitung sejak Maret hingga Desember kita akan mendistribusikan beras sebanyak 3.505 ton.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.